UPDATE: 2026/05/17 08:02 EST
Michael sedang merajai tangga box office di minggu keempat penayangannya.
Walaupun meraih skor 39% di Rotten Tomatoes, biografi kontroversial Michael Jackson ini mendapatkan berbagai kritikan karena menggambarkan sosok King of Pop secara cerah tanpa menyentuh isu serius seperti tuduhan pelecehan seksual terhadap anak. Meski begitu, film ini melaju menjadi sukses besar, dengan cepat menjadi film biografi musik kedua dalam sejarah yang melewati angka $600 juta secara global, setelah Bohemian Rhapsody tahun 2018. Bahkan, ada kemungkinan film ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah yang meraih $1 miliar.
Lionsgate mengumumkan bahwa pada pagi hari Hari Minggu, Michael diproyeksikan meraih total pendapatan sebesar $26.1 juta di akhir akhir pekan keempat penayangannya di bioskop domestik. Dengan total ini, film tersebut dapat kembali merebut posisi puncak box office domestik setelah sempat turun ke posisi kedua saat minggu kedua penayangannya di belakang The Devil Wears Prada 2, dan menjadi nomor tiga di minggu berikutnya oleh kombinasi kekuatan Devil Wears Prada dan Mortal Kombat II.
Film Michael berhasil bangkit kembali di atas judul-judul rilis baru berkat penurunan penonton yang minim, hanya 31%. Namun, film-film yang ia kalahkan bukan berarti berkinerja buruk. The Devil Wears Prada 2 hanya tergeser ke posisi kedua dengan proyeksi $18 juta (menurut Variety), yang merupakan penurunan 57% di minggu ketiga penayangannya.
Di akhir pekan ini, sekuel Meryl Streep ini hanya akan menjadi film keempat tahun ini yang melewati milestone $175 juta di box office domestik. Namun, upayanya untuk menyamakan rekor The Super Mario Galaxy Movie dalam hal jumlah akhir pekan berturut-turut di posisi teratas terhalang, sehingga film animasi itu tetap menjadi film dengan minggu terpanjang di nomor satu tahun ini dengan tiga akhir pekan berturut-turut.
Di sisi lain, Mortal Kombat II mengalami penurunan 65% dari akhir pekan pembukaannya (yang merupakan debut domestik terbaik di franchise Mortal Kombat ini) dan kini berada di posisi keempat dengan proyeksi $13.4 juta. Meskipun film ini tampil lebih lambat dari yang diharapkan, ia masih bisa mendapatkan kembali anggaran $80 juta yang dilaporkan hingga akhir pekan ini, sehingga posisinya terbilang solid untuk berpotensi menghasilkan keuntungan saat masa tayangnya berakhir.
Film ini harus rela digeser oleh film horor baru yang sedang hangat, Obsession. Karya arahan Curry Barker ini diproyeksikan debut di posisi ketiga dengan penghasilan $16 juta. Meskipun tidak mampu menyingkirkan The Devil Wears Prada atau Michael, anggaran film ini hanya sekitar $1 juta, jadi sudah jauh melampaui titik impas estimasi $2.5 juta.
Dengan semua persaingan ini, Michael kini resmi menjadi film pertama yang kembali ke posisi puncak box office domestik dalam enam bulan terakhir, sejak Zootopia 2 merebut kembali mahkota di minggu ketiga penayangannya. Kali terakhir sebuah film kembali ke nomor satu di minggu keempatnya adalah ketika hit 2025, Weapons, sempat terputus sejenak saat tayang di puncak chart akibat perilisan KPop Demon Hunters di Netflix pada minggu ketiganya.
Top 5 Box Office Domestik Akhir Pekan Ini
Berikut adalah daftar lengkap Top 5 box office domestik untuk akhir pekan ini:
|
# |
Judul |
Total 3-Hari |
Kumulatif (Domestik) |
|---|---|---|---|
|
1 |
Michael |
$26.1 juta |
$283.1 juta (minggu ke-4) |
|
2 |
The Devil Wears Prada 2 |
$18 juta |
$175.9 juta (minggu ke-3) |
|
3 |
Obsession |
$16 juta |
$16 juta (minggu ke-1) |
|
4 |
Mortal Kombat II |
$13.4 juta |
$62.2 juta (minggu ke-2) |
|
5 |
The Sheep Detectives |
$9.32 juta |
$29.7 juta (minggu ke-2) |
Sementara Michael kembali ke puncak, ada beberapa judul yang tersingkir dari daftar. Obsession adalah satu-satunya rilis baru yang berhasil masuk chart. Guy Ritchie’s In the Grey debut di posisi ke-9 dengan penghasilan $3 juta, sementara thriller Is God Is bahkan lebih mengecewakan, hanya meraih $2.2 juta di posisi ke-10. Film dokumenter konser Hit Me Hard and Soft: The Tour jatuh dari posisi ke-5 dan tersisih dari Top 10. Namun, film konser hampir selalu memiliki performa yang sangat dipengaruhi oleh hari pertama tayang.





