Mortal Kombat II menghadirkan sisi berbeda dari Shao Kahn.
Mortal Kombat II adalah film sekuel yang diangkat dari franchise video game pertarungan yang sangat terkenal, Mortal Kombat. Setelah adaptasi dari game populer tahun 1992 dirilis pada 2021, kini franchise ini kembali lagi dan siap menyuguhkan lebih banyak karakter serta aksi yang mendebarkan. Di dalam Mortal Kombat II, kita bisa melihat berbagai wajah baru seperti Karl Urban, Adeline Rudolph, Tati Gabrielle, Mehcad Brooks, Ludi Lin, dan Martyn Ford.
Dalam sebuah wawancara bersama Ash Crossan dari ScreenRant, Ford menjelaskan bagaimana karakter Shao Kahn diberikan nuansa yang lebih mendalam. Menurutnya, tujuannya adalah “menciptakan empati dan pemahaman terhadap karakter tersebut.” Ford merasa mudah untuk membuat karakter jahat menjadi datar dengan hanya berperilaku jahat. Ia menyadari bahwa jika tidak ada kedalaman, karakter tersebut bisa jadi terasa membosankan. Berikut kutipan lengkap dari Ford:
ScreenRant: Apa yang penting bagi Anda dalam memerankan karakter ini, Shao Kahn?
Martyn Ford: Saya berusaha untuk menciptakan empati dan pemahaman terhadap karakter itu sendiri. Saya merasa sangat mudah untuk terlalu berlebihan sebagai penjahat, dan hanya mencoba membuatnya jahat demi menjadi jahat. Tetapi jika begitu, akan ada kekurangan kedalaman dan minat pada karakter tersebut. Jadi, saya ingin agar orang-orang dapat merasa, bukan kasihan, tetapi memahami mengapa dia melakukan apa yang dia lakukan. Dan juga, mencoba menemukan bagian dari diri mereka yang mungkin bertindak dengan cara yang sama. Itu adalah tujuan saya.
ScreenRant: Bagaimana dengan pertarungan di sana?
Martyn Ford: Sulit. Sangat sulit. Kami memiliki hari-hari yang menarik dan mahal.
Joe Taslim: Mahal.
Martyn Ford: Suatu hari di lokasi, saya dalam prostetik penuh, dan saya berkeringat melalui sarung tangan yang saya gunakan. Dan ketika saya bilang berkeringat, itu benar-benar menjijikkan. Anda bisa memegang dan memeras, dan air akan keluar. Itu sangat buruk. Pada satu hari, ada adegan di mana palu keluar dan saya berayun besar. Saat saya melakukannya, saya merasa ada yang tidak beres. Pegangannya hilang, grip-nya hilang. Seperti memegang es. Dan palu besar itu, berat aslinya, terbang dan menghantam lampu. Saya hanya melihat Simon dan berkata, “Maaf.” Itu adalah hari yang menarik.
Shao Kahn memang karakter penting untuk diperankan dengan baik dalam Mortal Kombat II. Dalam film ini, dia hadir sebagai penjahat utama yang menjadi tantangan terakhir dalam game Mortal Kombat II. Ini membawa ekspektasi tinggi dari para gamers terhadap kehadiran Shao Kahn dalam film ini. Sebagai bagian besar dari basis penggemar film, menjaga kepuasan mereka menjadi sangat penting.
Antagonis ini juga sudah dinanti-nanti sejak rilis Mortal Kombat yang pertama tahun 2021. Penampilannya di jagat sinema sengaja diisyaratkan di akhir film sebelumnya, dan tidak terbunuhnya para pejuang Earthrealm oleh Shang Tsung membuatnya sangat jelas bahwa dia akan menjadi penjahat utama. Tidak heran, penggemar film ini sudah menunggu cukup lama untuk melihat aksi Shao Kahn.
Biasanya, bos akhir dalam video game digambarkan sebagai sosok jahat yang terjebak dalam stereotip. Terlebih lagi dalam game pertarungan seperti Mortal Kombat, di mana kedalaman karakter bukanlah fokus utama, jadi konsep “jahat demi jadi jahat” jadi lebih diterima. Saat beralih ke medium film, terasa wajar jika Ford memberikan karakter ini lebih banyak kedalaman.
Meskipun begitu, Ford juga menyadari batasan dalam penggambaran ini. Paling mencolok, dia terbatas oleh kostum yang dikenakannya. Dengan helm besar yang menutupi sebagian besar wajahnya, penampilannya lebih bergantung pada akting suara. Ini memberikan tantangan tersendiri baginya untuk menciptakan karakter yang lebih dalam.
Ford mengakhiri wawancaranya dengan membahas elemen armor yang lebih dari sekadar tantangan dalam mengekspresikan emosi. Selama adegan bertarung, ia berkeringat dengan deras, hingga bisa memeras air dari sarung tangan yang dipakainya. Meski ada berbagai kesulitan, Ford tetap berusaha menghadirkan lapisan emosional bagi Shao Kahn di balik banyak lapisan kostum dalam Mortal Kombat II.




