YouTuber Ocelot, yang dikenal dengan video perbandingan berbagai versi game seperti Silent Hill 3 dan Resident Evil: Code Veronica, baru-baru ini mengupas tuntas berbagai versi dari Half-Life 2. Mungkin game FPS dari Valve ini nggak terlihat seperti bahan diskusi yang menarik, tetapi ternyata ada banyak perbedaan di antara versi-versi ini yang mungkin bikin kamu terkejut.
Versi retail dari Half-Life 2 mendapatkan peningkatan signifikan saat dirilis kembali dalam paket Orange Box, seperti versi resolusi lebih tinggi dari Alyx yang sebelumnya hanya ada di episode tambahan dimasukkan kembali ke dalam versi original. Selanjutnya, game ini juga direvisi lagi untuk merayakan pembaruan besar di ulang tahun ke-20. Dalam videonya, Ocelot mulai membandingkan ketiga versi ini, dengan menyoroti berbagai tweak menarik seperti pencahayaan, efek api dan darah, mata G-Man, dan kilau pada kain. Ada yang ingat kalau versi asli Half-Life 2 tidak menampilkan judul bab sebagai teks di layar? Saya sih tidak terlalu ingat!
Satu yang saya ingat adalah teka-teki daya apung di Route Kanal yang dulunya lebih sulit. Ocelot dengan baik hati mendokumentasikan hal ini untuk membuktikan bahwa kita yang merasa bagian ini sulit memang tidak gila. Setelah kamu memutar katup untuk menaikkan level air, ada bagian di mana kamu harus kembali ke daratan. Di bawahmu ada benda-benda kayu yang terperangkap di bawah papan, dan ketika dibebaskan, benda-benda ini mengapung ke permukaan dan bisa kamu gunakan sebagai platform sederhana.
Seperti yang ditunjukkan Ocelot, dalam versi Half-Life 2 yang sekarang, semua itu sangat mudah dilakukan sehingga kamu tidak perlu berpikir panjang. Namun, di versi yang lebih lama, setelah akhirnya berhasil memutar katup untuk menaikkan air, kami seolah trauma dengan benda-benda ini yang tidak cukup mengapung untuk membawa kami ke daratan. Saya yakin hanya butuh beberapa kali percobaan, tetapi semua terasa lebih lama dalam level selokan.
Video Ocelot juga mengungkap perbedaan dalam versi konsol dari Half-Life 2, serta versi yang lebih jarang dari petualangan Gordon Freeman dalam fisika. Ternyata ada versi arcade yang dirilis di Jepang, dengan mode multiplayer dan cerita yang lebih ringkas lengkap dengan cutscene dan panah bersinar yang menunjukkan arah langkah, yang terdengar sangat bertolak belakang dengan filosofi desain Valve.
Video ini berakhir di Black Mesa East, tetapi bakal seru banget kalau ada sekuel yang membandingkan sisa game ini. Atau setidaknya Ravenholm, yang pastinya menarik di versi arcade yang berlebihan dan di Xbox original. Penasaran bagaimana konsol itu bisa menjalankan Half-Life 2 sedari awal.




