Home Movie Sutradara ‘Faces of Death’ Hadapi Eksistensi Kematian di Era Digital!
Movie

Sutradara ‘Faces of Death’ Hadapi Eksistensi Kematian di Era Digital!

Share
Sutradara 'Faces of Death' Hadapi Eksistensi Kematian di Era Digital!
Share

Gambaran yang mengerikan dan menegangkan sering kali menjadi bagian dari industri film, dan kisah di balik pembuatan “Faces of Death” memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana generasi milenial berinteraksi dengan konten digital yang mengandung kekerasan. Di tengah digitalisasi yang semakin canggih, kita dihadapkan pada pertanyaan tentang dampak trauma ini terhadap kita sebagai penonton.

Isa Mazzei, penulis dan pembuat film terkenal yang sudah meraih sukses dengan karya seperti “Cam” dan “How to Blow Up a Pipeline,” kini tengah bekerjasama dengan Daniel Goldhaber untuk adaptasi film “Faces of Death.” Dalam adaptasi ini, mereka mengisahkan perjalanan seorang moderator konten yang berusaha membersihkan internet dari konten-konten yang hina dan penuh kekerasan. Tugas mereka adalah menggali konten yang paling mengerikan.

Sejak awal 2023, saat Mazzei dan Goldhaber memulai proyek ini, situasi yang mereka hadapi pun mengingatkan banyak orang tentang kekerasan yang disaksikan di dunia nyata. Di satu sisi, ada rasa ingin tahu dan ketertarikan, sementara di sisi lain, ketakutan dan pertanyaan moral mulai menggelayuti. Pengalaman pribadi Mazzei, seperti melihat video kematian Charlie Kirk setelah penembakan massal, menunjukkan bagaimana generasi milenial menghadapi tayangan yang sukar diabaikan. Di masa lalu, pengalaman menonton kekerasan dalam berita terasa masih jauh, kini nyatanya begitu dekat dan akrab.

Inline – AWS Open Trip

Cerita Mazzei pun mengajak kita merenung tentang bagaimana media sosial menjadi panggung untuk menunjukkan kekerasan dengan cara yang sangat berbeda. Ia mencatat, “Kita bisa menciptakan uang dari kekerasan nyata dengan cara yang sangat rumit, sementara platform media sosial sering kali hanya memperlihatkan semua itu tanpa konsekuensi.” Hal ini langsung merujuk pada pergeseran etika di mana konten pada suatu platform dapat dengan mudah beredar tanpa tata kelola yang ketat, menjadikan kita sebagai penonton merasa menjadi bagian dari intuisi yang sulit diabaikan.

Baca juga  1 Maret Jadi Hari yang Menyebalkan bagi Penggemar Spider-Man!

Kisah Mazzei semakin dalam ketika ia membahas pengalaman pribadinya. Ia menggambarkan, saat menonton video kekerasan pertama kali di LiveLeak di bangku sekolah menengah, ada rasa ketegangan sekaligus ketertarikan di antara teman-teman. “Belajar dari kematian berbeda saat kita benar-benar terlibat secara emosional. Kami bahkan merasa seakan bisa membedakan mana yang asli, mana yang dibuat-buat,” katanya. Nostalgia untuk momen-momen ini turut melingkupi bagaimana generasiannya menavigasi antara dunia kekerasan dan kekananan visual yang semakin mendominasi dalam budaya populer.

Selama dua tahun perjalanan adaptasi film ini, Mazzei berusaha menemukan keseimbangan antara menciptakan hiburan dan tetap menghormati realitas pahit di baliknya. Ia dalam penelitiannya menemukan banyak video yang mungkin tidak bisa ditampilkan, tetapi bisa mendidik penonton tentang bagaimana kekerasan dijadikan komoditas. “Kami tidak ingin memperlihatkan wajah orang yang telah meninggal, tetapi kami tetap ingin menceritakan kisah yang berhubungan,” katanya.

Inline – AWV Youtube

Satu momen refleksi datang ketika Mazzei teringat akan pelajaran dari video permainan Tetris. Penelitian menunjukkan bahwa bermain Tetris bisa membantu mengurangi dampak PTSD. Tetris tampak seperti solusi yang menyegarkan bagi generasi yang dipenuhi dengan citra kekerasan. “Menghabiskan waktu dengan sesuatu yang aman dapat membantu mengalihkan perhatian dari yang mengerikan,” tukasnya. Dengan kata lain, kita butuh cara-cara baru untuk menjauh dari kenyataan yang menakutkan tanpa menghilangkan pentingnya diskusi soal kekerasan dan trauma yang ada.

Integritas dalam mengolah konten yang berhubungan dengan kekerasan digital menjadi semakin penting. Dalam “Faces of Death,” Mazzei dan Goldhaber berusaha menciptakan sebuah karya yang bukan hanya sekadar menampilkan kematian, tetapi juga mengajak penonton untuk merefleksikan dampak dari konsumsi konten kekerasan. “Saya berharap penonton keluar dari bioskop merasa rumit, mungkin sedikit marah kepada kami, tapi juga mampu berpikir ulang tentang apa yang telah mereka lihat,” jelas Mazzei.

Baca juga  Film 'We Are All Strangers' karya Anthony Chen Temukan Kesepakatan Global yang Menjanjikan!

Dengan ketegangan yang menerpa kisah nyata di balik film ini, “Faces of Death” berjanji akan menjadi sebuah pengalaman yang tidak hanya menggebrak, tetapi juga menggugah kesadaran kita tentang kekuatan gambar dan efek psikologis dari tayangan yang kita konsumsi setiap hari. Dalam dunia yang penuh dengan tayangan mengerikan, kita diingatkan untuk tidak kehilangan kemanusiaan kita di tengah keganasan visual yang mengelilingi kita.

Inline – HLD One Day Trip
Inline – HLD Private Trip
Share