Home Game Soundtrack Life is Strange: Masih Mengguncang 11 Tahun Setelahnya dengan Lagu-Lagu Keren yang Terlisensi!
Game

Soundtrack Life is Strange: Masih Mengguncang 11 Tahun Setelahnya dengan Lagu-Lagu Keren yang Terlisensi!

Share
Soundtrack Life is Strange: Masih Mengguncang 11 Tahun Setelahnya dengan Lagu-Lagu Keren yang Terlisensi!
Share

Dengan peluncuran *Life is Strange: Reunion* yang baru-baru ini menutup cerita panjang Max Caulfield dan Chloe Price, banyak penggemar game ini kembali merenungkan pengalaman pertama mereka dengan game yang mengubah segalanya. *Life is Strange* yang dirilis pada 2015 mengisi waktu-waktu krusial dalam hidup banyak orang—saat-saat bertransformasi, kembali kuliah setelah jeda tiga tahun, dan menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar terencana selepas sekolah.

Banyak yang merasa terikat dengan kisah ini, menunggu berjam-jam agar episode baru dirilis, tidak sabar untuk merasakan kembali kekuatan rewind Max dan kepribadian flamboyan Chloe. Penantian hingga larut malam jadi ritual yang biasa; menggila menunggu episode kedua rilis di PlayStation Store, semua demi beberapa jam menegangkan dalam hidup mereka di Arcadia Bay.

Lebih dari dialog yang kadang konyol (siapa yang bisa lupa kalimat “welcome to the moshpit, shaka brah” atau “go fuck yourselfie”?) atau kisah cinta yang menyentuh, hal yang paling melekat dalam ingatan tentang *Life is Strange* adalah musiknya. Musiknya bukan sekadar latar, melainkan bagian tak terpisahkan dari pengalaman emosional yang ditawarkan game ini.

Inline – HLD One Day Trip

Seringkali, musik yang digunakan dalam game berlisensi lebih banyak berfungsi sebagai elemen imersif—bayangkan gitar yang menghentak dalam game *Guitar Hero*, atau lagu-lagu yang diputar melalui radio di *Grand Theft Auto*. Tapi, ketika game episodik mulai populer di pertengahan 2010-an, penggunaan musik berlisensi terasa berbeda. Memecah game menjadi lima atau enam episode membuatnya mirip dengan acara TV, sehingga musiknya pun berfungsi mirip. Misalnya, banyak yang memuji cara *Scrubs* memilih lagunya untuk menekankan momen emosional.

Got Well Soon

Pengembang seperti Telltale pun memanfaatkan musik berlisensi dengan sangat baik, mengatur tracks untuk membuka episode dengan sempurna, seperti pada *Tales from the Borderlands* yang diiringi lagu “Busy Earnin’” dari Jungle. Namun, bagi banyak penggemar, tidak ada yang bisa menandingi cara *Life is Strange* memadukan segala elemen ini. Meskipun kadang merasa seperti pengembang asal Prancis ini benar-benar asing dengan kehidupan di SMA Amerika, mereka tetap berhasil mengaitkan semuanya dengan pilihan musik yang cerdas.

Baca juga  Penggemar Arc Raiders Berbincang, Apakah Embark Sedang Menggoda Ancaman Baru? Video Penampakan UFO Beredar di Internet!

Walking Max di lorong Blackwell Academy dengan lagu “To All of You American Girls…” dari Syd Matters sangat mendefinisikan era indie, terasa seperti film coming-of-age yang otentik. Ini memberi petunjuk jelas tentang game seperti apa yang akan dimainkan—petualangan remaja yang dramatis dan terencana dengan serealistis mungkin meskipun ada elemen supernatural yang mengintai.

Inline – HLD Private Trip

*Life is Strange* menyuguhkan berbagai jenis musik indie yang menggugah perasaan. Dengan gitar akustik yang terdistorsi dan vokalis yang menyuarakan perasaan pahit, vibe yang dihadirkan begitu otentik—meski bisa dibilang itu adalah hasil dari proses produksi yang cermat. Terasa seperti sekelompok orang yang melankolis menciptakan musik yang sama melankolisnya, sangat cocok dengan nada dari game itu sendiri.

Pilihan soundtrack yang luar biasa puncaknya pada lagu “Spanish Sahara” dari Foals, lagu yang penuh dengan emosi dan melankoli. Tidak peduli pilihan yang diambil—baik menghadiri pemakaman, pergi dari kota yang hancur, atau merenungkan pilihan yang mungkin bisa dilakukan lebih baik—lagu ini semakin menguatkan pengalaman bermain. Bahkan, dalam *Reunion*, saat menghadapi Dead Timeline Chloe, lagu ini kembali dihadirkan.

Seiring dengan perjalanan waktu, sekuel-sekuel *Life is Strange* juga memiliki pilihan lagu yang keren. Mendengar “I’ll Die Anyway” dari Girl in Red di awal *Reunion* bikin bersemangat, tapi tidak ada yang bisa menyamai bagaimana soundtrack game pertama terasa begitu dirancang dengan teliti. Emosional dan penuh kehangatan, sama seperti game yang melodrama dan menyentuh hati, setiap lagu berperan penting dalam membangun pengalaman yang tak terlupakan bagi para pemainnya.

Inline – AWS Open Trip
Inline – AWV Youtube
Share