Kalau bicara tentang komedi gelap yang penuh kegilaan seperti Helluva Boss, ada satu karakter yang selalu bikin penonton greget, yaitu Stella. Si istri terasing dari iblis Goetia mirip burung hantu, Stolas, ini emang dikenal sebagai karakter paling menyebalkan. Stella yang selalu ribut, marah-marah, bersikap kasar, dan seolah senang menyiksa suaminya secara psikologis— bahkan tanpa alasan yang jelas— sampai-sampai mengontrak pembunuh bayaran untuk menghabisi Stolas. Nggak hanya itu, dia juga punya niatan jahat terhadap putri mereka, Octavia, dengan berusaha menjauhkan Octavia dari Stolas dan mengontrol penuh jalan hidupnya. Sampai episode 5 season 3 kemarin, fans sepakat untuk membenci karakter ini. Semua berharap yang terburuk untuknya, kecuali beberapa yang menganggap dia sebagai villain yang menarik atau “ikon cewek jahat.” Namun, ada sedikit kesadaran bahwa, meskipun Stella berperilaku abusif, dia pun terjebak dalam pernikahan yang diatur, sama halnya dengan Stolas.
Walau Helluva Boss berbagi semesta dengan Hazbin Hotel yang mengangkat tema penebusan, Stella adalah salah satu karakter yang dianggap benar-benar tak bisa ditebus. Tapi, semua itu berubah di rilis episode 5 season 3 berjudul “The Auction.” Penonton dikagetkan dengan fakta bahwa mereka kini mulai peduli dan bahkan bersimpati pada Stella. Ternyata, kebenaran tentang karakternya selama ini tersembunyi di depan mata.
Stella Tidak Pernah Mencintai Stolas— Dia Butuh Dia
Kita perlu klarifikasi dulu bahwa informasi ini nggak membenarkan semua yang Stella lakukan. Dia tetaplah karakter yang abusif, kejam, dan pembunuh. Namun, konteks di balik tindakannya memberi sudut pandang baru yang menunjukkan bahwa dia berjuang untuk bertahan hidup, bukan sekadar berperilaku jahat tanpa alasan. Dalam “The Auction,” terungkap bahwa kakak Stella, Andrealphus, telah mengusur tahta Stolas di episode sebelumnya, dan sekarang dia menjual harta benda mereka, menguasai keuangan dan kesejahteraan Stella. Selama ini, Stella sebenarnya jadi korban kontrol dan manipulasi dari kakaknya sendiri, jelas terlihat betapa toksiknya hubungan mereka.
Stella tidak pernah mencintai Stolas, dan dia juga tahu bahwa Stolas tidak mencintainya. Namun, pernikahan dengan Stolas adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan stabilitas dalam hidupnya. Dia paham betapa rapuhnya situasi ini; jika Stolas memutuskan untuk meninggalkannya, dia dan Octavia yang masih di bawah umur akan terjerumus kembali ke lingkungan sosial Goetia yang penuh bahaya. Di flashback, kita lihat Stella yang muda berusaha untuk menunjukkan kebutuhannya— meminta Stolas untuk “berani” menghadapi Andrealphus tentang haknya dalam acara pernikahan mereka. Itu bukan sekadar tentang dekorasi, melainkan sebuah tanda peringatan tentang kekuatan kontrol Andrealphus atas hidupnya.
Sayangnya, Stolas, yang terjebak di pikirannya sendiri, gagal memahami seruan bantuan Stella. Dia mengabaikan permintaan Stella, yang justru semakin menyakiti Stella dan mengakibatkan dia bertindak dengan kemarahan dan kekejaman. Ketika Stella hamil Octavia, dia sudah tidak punya alasan untuk percaya bahwa Stolas akan menjadi mitra yang bisa diandalkan.
Tindakan Stolas Mengancam Keselamatan Stella dan Octavia
Bahkan di awal interaksi Stella dan Stolas, terlihat bahwa Stolas sudah ingin melarikan diri dan merasa terkurung. Tanpa daya untuk mengubah situasi, Stella hanya bisa meluapkan segala amarahnya. Dalam episode terdahulu, Stolas berpikir untuk berselingkuh dan mengabaikan perasaannya terhadap Stella. Keputusan impulsifnya itu akhirnya menghancurkan semua proteksi yang Stella andalkan untuk keselamatan dirinya dan Octavia.
Ketika Stolas menghadapi Stella di balkon dan menolak untuk tidak bercerai, dia abai dengan kepanikan yang ditunjukkan Stella, yang terus meminta untuk tidak melanjutkan perceraian. Namun, di sini Andrealphus muncul sebagai mediator dan mulai memberikan sentuhan yang tidak diinginkan pada Stella. Hal ini menunjukkan betapa terperangkapnya Stella dalam situasi ini, dan betapa dia merasa tidak berdaya terhadap kakaknya.
Tindakan Stella Telah Menjebak Dia dan Octavia dalam Nasib yang Paling Dia Takuti
Setelah Stolas diusir, Stella dan Andrealphus awalnya tampak merayakan kemenangan sebagai teman sejati. Namun, tidak lama setelah itu, realita menyakitkan terungkap ketika Andrealphus berusaha mengontrol kehidupan Stella dan Octavia, dan berusaha menjual semua yang mereka miliki. Meski Andrealphus mengatakan bahwa dia memberikan hasil penjualan kepada Stella, semua itu nampak penuh manipulasi. Dalam situasi ini, Stella kembali terperangkap.
Stella tahu betul bahayanya bagi wanita muda di kalangan Goetia, dan itu membuatnya berusaha melindungi Octavia. Dia ingin menghindari agar anaknya tidak terjebak dalam situasi yang sama, tetapi di sisi lain, dia justru mengulangi kesalahan yang sama. Sadar atau tidak, semua ini adalah akibat dari trauma yang dia alami.
Akankah Stella Dapat Ditebus?
Dengan semua konteks ini, apakah Stella masih bisa ditebus dalam pandangan fans? Sangat mungkin, meskipun penonton semakin memahami alasan di balik tindakan Stella, dia bisa saja terus berperan sebagai antagonis yang kompleks. Namun, bukan hal yang mustahil jika dia akhirnya menyadari situasi yang dihadapinya dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan, terutama demi Octavia.
Situasi Stella bisa menjadi berbahaya, dan akan sangat menarik untuk melihat bagaimana karakternya berkembang ke depan. Apakah dia akan melawan Andrealphus dan merebut kembali kehidupannya— atau justru terjebak dalam jalur yang sama? Kita tunggu aja aksi-aksi Stella selanjutnya dan bagaimana dampaknya bagi cerita ke depannya!
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau Stella akhirnya dapat kesempatan untuk melawan kakaknya dan mengambil kembali kendali atas hidupnya. Pengembangan karakter yang realistis seperti ini bikin penonton lebih terhubung sama dia. Beneran penasaran apa yang akan terjadi di episode selanjutnya dan bagaimana dampaknya bagi Octavia!





