Gara-gara popularitas buku seperti Fourth Wing dan A Court of Thorns and Roses, genre romantasy kini lagi ngehits banget! Tapi, seperti genre lainnya, mencari rilis yang benar-benar sempurna dari halaman pertama sampai terakhir itu enggak mudah. Memulai novel dengan kuat dan mempertahankan momentum selama lebih dari 300 halaman itu bukan perkara sepele; bahkan banyak buku fantasy terbaik pun sering kesulitan melakukannya.
Kondisi yang sama juga berlaku untuk buku-buku romantasy terbaik, dan lebih gampang menemukan celah dalam genre campuran ini. Apakah pembaca menganggap sebuah buku dekat dengan kesempurnaan biasanya tergantung dari preferensi masing-masing. Menyeimbangkan elemen fantasi dan romansa—serta merangkai plot, karakter, dan prosa dengan mahir—itu adalah pekerjaan yang penuh tantangan. Beberapa buku berhasil melakukannya, dan pencarian akan buku-buku ini memang lebih seru karena kelangkaannya. Dari romantasy bergaya gothic yang penuh kejutan hingga cerita slow-burn dengan penulisan dunia yang luar biasa, berikut adalah beberapa buku yang pasti bikin betah membaca!
5) The Knight and the Moth oleh Rachel Gillig
The Knight and the Moth dari Rachel Gillig adalah salah satu rilis romantasy terbaik di 2025, yang menarik perhatian sejak halaman pertama. Pembuka cerita yang kaya dan misterius benar-benar memikat, dan elemen-elemen ini terus bersinar sepanjang cerita. Novel ini mengikuti seorang Diviner yang saudarinya mulai menghilang satu per satu, mendorongnya untuk meninggalkan katedral dan memulai petualangan mencari tahu apa yang terjadi. Perjalanan Sybil mempertemukannya dengan seorang kesatria heretis, gargoyle yang bisa bicara, raja muda, dan seorang lady knight. Dinamika ‘found-family’ yang terbentuk di antara mereka luar biasa, dan romansa utamanya juga sangat menggugah.
The Knight and the Moth menawarkan suasana gothic, lore yang menarik, dan prosa yang puitis, serta karakter dan hubungan yang hebat. Ending-nya pun memberikan twist besar, membuat ketegangan kembali terbangun menjelang buku kedua. Tak perlu dibilang, pengalaman membaca The Knight and the Moth bisa dibilang 10/10! Kalau sekuelnya bisa mencapai kualitas yang sama, Gillig akan punya duologi yang sempurna.
4) Three Shattered Souls oleh Mai Corland

Trilogi Broken Blades memang seru dan layak dibaca, tapi buku pertama butuh waktu untuk menemukan ritmenya, sementara buku kedua terkesan mengulang banyak hal dari pendahulunya. Namun, buku ketiga, Three Shattered Souls, adalah saat di mana seri Mai Corland benar-benar mendekati kesempurnaan. Sekuel ini melihat bagaimana ikatan yang terbentuk di buku pertama akhirnya terbayar, dengan kelompok para penipu ini akhirnya saling percaya. Dinamika ‘found-family’ mencapai puncaknya, dan membuat ketegangan semakin meningkat. Twist-twist yang menghancurkan pun terasa lebih menyedihkan.
Three Shattered Souls sejalan dengan judulnya yang emosional, dan memberikan akhir yang sempurna untuk trilogi Corland. Di sini ada aksi, ada pelepasan emosional, dan ada kehilangan yang sejalan dengan kemajuan dan harapan. Cara novel ini menangani tema duka sungguh mengesankan, membawa pembaca pada depiksi yang realistis dan menyentuh. Finale yang menakjubkan ini memang mengangkat ceritanya ke tingkat baru.
3) Divine Rivals oleh Rebecca Ross

Divine Rivals ngehits di BookTok pada 2023, dan itu mudah dipahami. Novel romantasy karya Rebecca Ross ini adalah bacaan yang luar biasa. Salah satu daya tariknya adalah cara novel ini mengurangi elemen fantasinya dan lebih menonjolkan romansa. Ross berhasil menciptakan suasana magis dan nyaman meski tanpa sistem sihir yang detail. Ketegangan tetap terasa tinggi berkat perang yang menjadi latar belakang cerita.
Cerita mengikuti dua penulis surat kabar yang merupakan rival di tempat kerja—namun secara tak sengaja berkomunikasi melalui mesin ketik sihir. Ketika salah satu dari mereka pergi ke garis depan untuk menjadi koresponden perang, yang lainnya mengikuti. Dari situ, mereka menyadari bahwa perasaan mereka jauh lebih rumit dari yang mereka bayangkan. Semua yang berkaitan dengan hubungan karakter utama dan referensi ke penulisan serta penceritaan terasa mengena. Divine Rivals adalah surat cinta untuk dunia tulis-menulis, sekaligus bacaan yang cepat dan menggemaskan. Sequel dan spin-off-nya juga sangat layak untuk dinanti!
2) Heartless Hunter oleh Kristen Ciccarelli

Heartless Hunter adalah buku romantasy yang underrated, tetapi novel Kristen Ciccarelli ini layak untuk lebih banyak perhatian. Ini adalah salah satu tambahan genre yang mulus dengan spin segar pada narasi yang sudah dikenal. Mengambil latar di dunia di mana penyihir diburu, kita mengikuti sosok vigilante yang bersembunyi di tempat terbuka dan menggunakan kemampuannya untuk menyelamatkan kaumnya. Ketika dia menjalin romansa dengan seorang pemburu penyihir untuk mendapatkan informasi, dia menjadi lebih terlibat dari yang dia rencanakan.
Story yang dibangun menjadi enemies-to-lovers ini bener-bener ngejual dinamika tersebut, memberikan alasan kuat bagi karakter utama untuk saling berkonflik—yang berhasil membuat pembaca mendukung keduanya. Novel ini menghadirkan tantangan nyata yang harus mereka atasi jika ingin menemukan titik temu. Pendekatan novel terhadap sihir darah membawa pembaca ke tempat-tempat yang unik dan berkesan, tanpa ada momen datar. Sebuah buku romantasy yang jarang sekali memiliki celah, dan emosinya terasa banget. Begitu juga dengan sekuelnya, Rebel Witch.
1) Shield of Sparrows oleh Devney Perry

Bagi yang mencari novel romantasy yang unggul dalam pengembangan dunia dan karakter, Shield of Sparrows wajib dicoba. Novel Devney Perry ini adalah contoh cemerlang dalam kedua aspek tersebut, terungkap dengan cara yang membuat setting dan karakternya terasa hidup. Memang butuh waktu untuk sampai ke action dan twist, tapi semua itu terasa lebih impactful karena buildup yang sabar. Walaupun pernikahan yang diatur Odessa dan misi yang dia jalani tampak sederhana, ada banyak kejutan yang tak terduga. Bahkan momen yang terasa bisa diprediksi tetap mampu menjaga tensi, dan memberikan kepuasan saat Shield of Sparrows membeberkan rahasia-rekahan besar.
Karakter utama, Odessa, terasa lebih realistis dan relatable dibandingkan banyak heroine romantasy lainnya. Hubungan yang dia jalin selama perjalanannya ke kerajaan baru sangat charming dan hangat. Termasuk romansa sentral yang memberikan thrill seperti yang diharapkan dari cerita romantasy. Shield of Sparrows benar-benar seimbang, dan berhasil melakukannya tanpa cela.
Reaksi Keren
Buah bibir di kalangan penggemar romantasy! Dari daftar di atas, banyak yang sudah merindukan kisah-kisah menegangkan dan penuh emosi. Semoga saja para penulis bisa terus menciptakan karya-karya hebat selanjutnya! Memang seru banget kalau sekuel dari buku-buku ini bisa mempertahankan kualitas yang ada. Kita tunggu aja aja pembuktiannya saat mereka rilis nanti!





