Selama empat musim, rumah keluarga Tanner jadi pusat segala hal dalam serial “ALF.” Gimana enggak? Karena aturan plot yang mengharuskan makhluk berbulu penggemar kucing dari Melmac ini terjebak dalam program perlindungan saksi selamanya. Tapi, bukan berarti dia nggak bisa berkhayal tentang “perjalanan takdir.”
Dalam usaha menjaga “ALF” tetap fresh sambil mengikatnya di ruang laundry, muncul salah satu episode paling ngangenin dalam sejarah serial ini: crossover dengan “Gilligan’s Island.” Meskipun episode crossover ini jadi suguhan nostalgia bagi fans, keberanian kreatif ini lahir dari desakan yang sangat kuat. “Ini adalah acara yang sangat sulit untuk dibuat,” kata penulis staf Victor Fresco kepada Mental Floss. “Karena tokoh utama tidak bisa berinteraksi dengan siapapun di luar empat karakter tetap.”
Di episode musim kedua berjudul “The Ballad of Gilligan’s Island” (atau dikenal juga sebagai “Somewhere Over the Rerun”), ALF sampai bosan banget di bawah atap Tanner hingga ia menggali halaman belakang untuk membangun laguna tropisnya sendiri. Setelah Willie yang marah (diperankan oleh Max Wright) memaksanya untuk mengembalikan tanahnya, ALF yang kelelahan pun tertidur dan terbangun di pulau ikonis tersebut. Di sana, ia bertemu Gilligan, Kapten, Profesor, dan Mary Ann (diperankan oleh para aktor asli “Gilligan’s Island” seperti Bob Denver, Alan Hale Jr., Russell Johnson, dan Dawn Wells).
Kesulitan ALF untuk meninggalkan rumah bikin penulis kelimpungan
Tapi episode “Gilligan” hanyalah satu dari sekian banyak yang membuat penulis harus berpikir di luar kebiasaan. Premis utama serial ini — bahwa tidak ada satu orang pun yang boleh mengetahui keberadaan ALF — benar-benar membuat mereka terjebak dalam narasi. “Kami terus mencari cara agar tidak melanggar aturan acara, tetapi tetap bisa bertemu orang lain,” ungkap pencipta ALF, Paul Fusco. Ia menambahkan, “Dia terjebak di rumah, jika dipikir-pikir.”
Untuk menghindari siklus yang monoton antara dapur dan ruang tamu, penulis harus kreatif jika ingin ALF berinteraksi dengan wajah-wajah baru, seringkali beralih ke “halusinasi” mabuk atau tamu yang buta, seperti temannya Jody di episode pertama “For Your Eyes Only.” Penulis staf Al Jean mengakui bahwa mereka mulai merasakan keterbatasan itu sejak awal. “Saya pikir rintangan terbesar adalah tidak ada yang baru yang bisa melihat ALF,” kata Jean. “… Kami sudah putus asa mencari ide.”
Solusi lain muncul dengan kehadiran bayi Eric Tanner, yang memberi ALF karakter baru yang tidak bisa membongkar rahasianya. Namun, dia tetap terkurung dalam rumah yang sama. Aktor mendiang Benji Gregory, yang memerankan Brian Tanner, merangkum dilema tak berujung ini secara blak-blakan: “Berapa banyak skenario yang bisa kamu tulis dengan ALF terjebak di rumah Tanner?”




