Spin-off “Yellowstone,” berjudul “Marshals,” menghadirkan kembali Mo (Mo Brings Plenty) dan beberapa anggota Reservation Broken Rock. Sejauh ini, suku ini jadi target protes dan serangan akibat sengketa lahan. Namun, Brings Plenty berharap penonton bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai sejarah dan budaya suku asli Amerika.
Brings Plenty mengungkapkan, “Saya harap yang bisa saya bawa adalah fakta bahwa kami sangat mirip dengan orang lain di masyarakat. Kami punya suka dan duka,” ungkapnya kepada CNET. “Kami adalah peternak. Kami juga bagian dari warisan Barat. Saya punya peternakan sekarang, dengan sapi dan kuda. Ketika orang memikirkan tentang koboi, mereka biasanya hanya membayangkan sosok kulit putih.”
Dia juga menambahkan bahwa Reservation Broken Rock di “Marshals” dan “Yellowstone” tidak mewakili keseluruhan budaya suku asli Amerika. Ada banyak suku di Amerika Utara, masing-masing dengan sejarah dan cara hidup yang berbeda. Diharapkan, penonton bisa menyadari bahwa suku asli Amerika itu sangat beragam.




