Home Movie Sebelum menjadi Captain America, Chris Evans Pernah Bintangi Film Superhero Keren yang Kurang Dikenal!
Movie

Sebelum menjadi Captain America, Chris Evans Pernah Bintangi Film Superhero Keren yang Kurang Dikenal!

Share
Sebelum menjadi Captain America, Chris Evans Pernah Bintangi Film Superhero Keren yang Kurang Dikenal!
Share

Chris Evans adalah salah satu wajah paling dikenal di dunia sinema superhero, terutama berkat perannya sebagai Steve Rogers di Marvel Cinematic Universe. Selama hampir satu dekade, Evans membantu menghidupkan sosok First Avenger, menjadi bagian penting dari salah satu waralaba film terbesar sepanjang masa. Tetapi, perjalanan karir Evans di dunia petualangan yang terinspirasi komik dimulai jauh sebelum ia mengangkat perisai Captain America.

Di tahun 2005, Evans berperan sebagai Johnny Storm / The Human Torch dalam film Fantastic Four arahan Tim Story. Ia mengulangi perannya di sekuel tahun 2007, Fantastic Four: Rise of the Silver Surfer, dengan pesona dan humor yang melimpah untuk karakter hot-headed Marvel ini. Hampir 20 tahun kemudian, Evans kembali sebagai Johnny Storm dengan cameo yang tak terlupakan di Deadpool & Wolverine.

Namun, sebelum perannya sebagai Captain America, Evans juga membintangi petualangan superhero lainnya yang seharusnya mendapat perhatian lebih. Dirilis saat Hollywood semakin terpesona dengan cerita-cerita tentang orang-orang dengan kemampuan luar biasa, film ini adalah thriller fiksi ilmiah yang menawarkan pendekatan berbeda terhadap genre itu.

Inline – AWV Youtube

Push: Beda Dengan Film Superhero Lainnya

Push adalah film thriller aksi fiksi ilmiah yang dirilis pada 6 Februari 2009 dan disutradarai oleh Paul McGuigan. Dalam film ini, Evans bermain sebagai Nick Gant, seorang pemuda dengan kemampuan telekinetik yang menghabiskan hidupnya bersembunyi dari organisasi rahasia bernama Division. Film ini menciptakan dunia orisinal yang dihuni oleh orang-orang dengan kemampuan psikis yang luar biasa dan menggambarkan sebuah organisasi pemerintah yang menangkap dan melakukan eksperimen untuk menjadikan mereka senjata hidup.

Nick bergabung dengan Cassie Holmes (Dakota Fanning), seorang clairvoyant remaja yang bisa melihat sekilas masa depan. Bersama-sama mereka mencari Kira (Camilla Belle), wanita yang memiliki kemampuan memanipulasi pikiran dan ingatan orang. Misi mereka pun menjadi tantangan ketika mereka harus berada selangkah lebih maju dari Division dan agen-agennya yang berbahaya. Sambil menjelajahi kemampuan masing-masing, mereka harus pintar-pintar mengakali organisasi yang hampir tahu segalanya tentang mereka.

Baca juga  Setiap Pengumuman Baru dari Warner Bros. yang Wajib Kamu Tahu!

Hal menarik dari Push adalah cara film ini mendekati genre superhero. Alih-alih mengandalkan kostum yang familiar dan identitas rahasia, film ini membangun mitologinya di seputar kategori-kategori kemampuan psikis yang berbeda. Telekinetik, clairvoyant, dan pengendali pikiran beroperasi dalam dunia yang sama, di mana kekuatan mereka memiliki batasan yang membuat konflik lebih berkaitan dengan strategi daripada kekuatan fisik.

Inline – HLD One Day Trip

Setting di Hong Kong juga memberikan identitas visual yang khas, menggabungkan jalanan yang diterangi lampu neon, apartemen sempit, dan adegan aksi yang megah. Hasilnya lebih mirip thriller spionase supernatural ketimbang blockbuster superhero biasa.

Sayang, Push Gak Mendapat Penghargaan yang Layak

Meski konsepnya ambisius dan diperankan oleh cast berbakat, Push mengalami kesulitan memenangkan hati kritikus saat dirilis. Mitologi yang rumit dan alur cerita yang dianggap berbelit-belit menjadi fokus kritik, dengan beberapa reviewer berpendapat bahwa film ini memperkenalkan terlalu banyak ide tanpa memberi ruang cukup untuk berkembang. Saat ini, Rotten Tomatoes mencatat film ini dengan skor kritikus 23%, mencerminkan tanggapan yang kurang menguntungkan.

Akan tetapi, mengabaikan Push sepenuhnya akan mengesampingkan sejumlah kualitas menarik yang dimiliki. Evans menunjukkan penampilan utama yang menawan, sementara Fanning menghadirkan kombinasi kepercayaan diri dan kerentanan yang menarik sebagai Cassie. Gaya visual film ini, pendekatan kreatif terhadap kemampuan psikis, serta keinginan untuk bereksperimen dengan konvensi superhero membuatnya memiliki kepribadian yang membedakannya dari banyak rilis genre lain pada masanya. Ini juga hadir di masa yang cukup menarik untuk hiburan superhero, ketika film seperti Iron Man dan The Dark Knight mulai mengubah ekspektasi penonton.

Inline – HLD Private Trip

Push mungkin bukan mahakarya, tetapi tetap menjadi bab menarik dalam karir superhero Evans yang luas. Mitologi orisinalnya dan pendekatan yang tidak konvensional membuatnya pantas untuk ditonton ulang, terutama bagi penonton yang ingin melihat sang aktor di luar peran Marvel yang sudah dikenal. Sebelum ia menjadi wajah Captain America, Chris Evans sudah memimpin petualangan superhero yang ambisius ini dan seharusnya mendapat sedikit penghargaan lebih.

Baca juga  Setelah 11 Tahun, Thriller Kejahatan Keren Margot Robbie Kini Hadir di Paramount+!

Wajib Dinanti Nggak Nih?

Jujur saja, film ini bisa bikin kangen masa-masa eksplorasi genre superhero di Hollywood. Semoga aja ke depannya film seperti itu bisa dapat perhatian lebih dari penonton! Kayaknya bakal seru banget kalau ada reboot atau sekuel dari Push dengan pendekatan yang lebih fresh. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti.

Inline – AWS Open Trip
Share