Halloween akhir pekan lalu mengingatkan kita semua pada salah satu penampilan paling ikonik dari almarhum Tim Curry. Di bulan Agustus, kita berduka atas kepergiannya di usia 80 tahun, kehilangan salah satu aktor terbaik dalam sejarah perfilman. Pengaruh Curry di industri film sudah sangat luas dan sering dibahas, khususnya melalui perannya yang tak terlupakan sebagai Pennywise dalam miniseri IT yang tayang pada tahun 1990, perannya sebagai Darkness dalam film Legend arahan Ridley Scott, Mr. Hector dalam Home Alone 2: Lost in New York, serta Wadsworth dalam film misteri klasik Clue.
Tapi, tidak ada penampilan dalam katalog luar biasa Curry yang begitu mendefinisikan kariernya seperti Dr. Frank-N-Furter, baik dalam musikal panggung maupun adaptasi film dari The Rocky Horror Picture Show. Dari saat “The Time Warp” berakhir, lift turun, dan Curry mulai menyanyikan “Sweet Transvestite,” sejarah sinema terbentuk. Salah satu perkenalan karakter terbaik sepanjang masa ini masih bisa memikat penonton lebih dari lima dekade kemudian, terutama di musim Halloween.
Saat artikel ini ditulis, The Rocky Horror Picture Show kembali merajai tangga streaming, menjadi film yang paling banyak ditonton di Amazon di AS. Ditoang bintang Barry Bostwick dan Susan Sarandon sebagai Brad dan Janet, film ini bisa dibilang telah menjadi klasik, meskipun awalnya merupakan kegagalan box office. Namun, relevansi pop culture dan reputasinya sebagai tempat yang aman untuk komunitas terpinggirkan menjadikannya salah satu film musikal terpenting sepanjang masa. Betul-betul tidak ada yang bisa menandingi The Rocky Horror Picture Show.
Ada Film Paling Banyak Ditonton di Amazon?
The Rocky Horror Picture Show memang jadi salah satu film yang paling banyak ditonton di Amazon, tapi ada film lain yang sedang mendominasi pangsa pasar? Saat ini, Verity, sebuah adaptasi dari buku Colleen Hoover yang dibintangi Anne Hathaway, menjadi andalan dengan perolehan box office global sebesar $171 juta. Juga dibintangi oleh Dakota Johnson dan Josh Hartnett, adaptasi terbaru dari Hoover ini mengikuti jejak pendahulunya dengan sukses di kalangan penonton, meski mendapat ulasan buruk dari kritikus. Seperti yang disampaikan oleh Carly Lane, film ini dinilai “takut untuk tampil terlalu campy, creepy, atau bahkan terlalu erotis dalam pilihan visual dan skripnya,” dalam ulasannya untuk Collider.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau The Rocky Horror Picture Show bisa kembali di layar lebar. Dengan semua kegandrungan penggemar yang sudah ada, semoga pihak studio memanfaatkan momen ini dengan baik, tanpa mendaur ulang kesalahan dari adaptasi sebelumnya. Misalnya, dengan menambahkan elemen baru yang segar tapi tetap mempertahankan inti dari film ini. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis nanti!



