Film animasi terbaru berjudul “The Little Run” (“La Petite Cavale”) arahan Julien Bisaro dan Claire Paoletti ini sudah bikin penasaran banyak orang! Setelah kesuksesan “Shooom’s Odyssey,” film ini jadi salah satu yang paling dinanti dari Prancis. Penyebaran informasi soal film ini dipegang oleh Charades dan Diaphana Distribution, dua nama besar yang sudah terkenal membawa suara-suara baru ke dunia perfilman.
Charades, yang fokus pada distribusi film-film berbasis sutradara, sudah menangani banyak proyek seperti film Oscar “Flow” yang disutradarai Gints Zilbalodis. Sementara itu, Diaphana Distribution sudah merencanakan perilisan “The Little Run” di bioskop Prancis dalam waktu dekat. Ini adalah langkah awal yang menggembirakan untuk film yang sedang dalam tahap pra-produksi ini.
Film ini juga sudah mendapat dukungan pra-penjualan dari beberapa saluran TV seperti Canal+, Ciné+, dan France 3 Cinéma, serta ZDF di Jerman. Dari festival Annecy’s MIFA Feature Film Pitches 2023, film ini berhasil meraih beberapa penghargaan seperti Ciclic Centr-Val-de-Loire Region Award dan Cristal Publishing Award—makin membuat penontonnya tak sabar menunggu. Image eksklusif yang dirilis oleh Variety semakin menambah antusiasme semua orang.
Karakter utama dalam “The Little Run” ini adalah Cookie, seekor penguin jantan berwarna biru yang terlihat gemas saat berusaha berjalan menuju lautan. Ini yang bikin film ini seru! Cookie berkhayal untuk menjadi seorang Ayah, tetapi, sayangnya, ia tidak bisa bertelur. Lalu datanglah sebuah telur echidna yang terlempar akibat letusan vulkanik. Mungkin ini adalah “anak” yang ia tunggu-tunggu? Cerita ini menarik banget dan bikin kita penasaran bagaimana selanjutnya.
Film ini sasarannya adalah keluarga dengan anak-anak berusia 5 tahun ke atas. Produksi berada di bawah binaan studio Picolo Pictures milik Bisaro dan Paoletti, yang sedang membangun jalur animasi serta proyek kerja sama dengan Doghouse Films dari Luksemburg.
Paoletti menyatakan, “Sebuah pengalaman luar biasa melihat film ini terwujud. Saya sangat bersemangat untuk membagikan cerita ini kepada penonton luas berkat kerja sama dengan berbagai seniman hebat yang terlibat.” Memang penggarapan film ini tengah menjadi sorotan karena unsur humor yang bakal dikedepankan.
Menariknya lagi, baik Cookie maupun echidna dalam film ini tidak berbicara. Bisaro menjelaskan bahwa banyak elemen pantomim yang digunakan dalam penulisan dan penggarapan. Mereka terinspirasi dari sinema bisu, menciptakan komedi situasional yang terinspirasi dari gaya Chaplin, semakin membawa kita pada pengalaman visuel yang unik tanpa banyak dialog.
Desain grafis film ini menggunakan gaya 2D tanpa garis tepi, menghadirkan nuansa seolah-olah kita sedang melukis dengan cahaya dan bayangan. Namun, ada juga momen saat gambarnya lebih realistis dengan nada warna yang lebih lembut, tergantung pada intensi serta registrasi adegan yang dihadirkan.
Gambar sebelumnya menangkap momen Cookie saat nuduh echidna kecil itu dengan paruhnya, yang di kisahkan sebagai petualangan yang lembut dan kaya visual, menjelajahi tema adopsi antar spesies serta ikatan keluarga pilihan. “The Little Run” adalah debut panjang Bisaro dan Paoletti yang sangat ditunggu-tunggu.
Pantai “Shooom’s Odyssey” yang menceritakan petualangan Shoom dalam mencari ibunya juga tak kalah menarik. Film ini berhasil meraih Cristal Award di Annecy 2020 dan berbagai penghargaan lainnya. “The Little Run” tentunya membawa semangat yang sama!
Antusiasmenya Bikin Semangat!
Kita semua pasti penasaran seberapa seru film ini saat rilis nanti. Ceritanya yang unik dan desain visualnya yang fresh bikin kita harus menunggu lebih jauh! Semoga “The Little Run” bisa menyuguhkan pengalaman yang tak terlupakan dan menghadirkan tawa untuk seluruh keluarga. Mari kita tunggu saja hasil akhirnya, ya!





