Festival Balinale akan dibuka dengan film “Euphoria” karya Julian Rosefeldt dan ditutup oleh “The End” yang disutradarai oleh Joshua Oppenheimer. Ini menjadi edisi ke-19 dari festival yang sangat dinanti-nanti ini!
Tahun ini, Balinale menambahkan kategori baru yang pastinya bikin para pembuat film lokal senang! Kategori tersebut adalah Best Indonesian Short Tapestry of Indonesia, yang didedikasikan untuk cerita pendek khas Indonesia. Ini menjadi kesempatan emas untuk memperlihatkan karya-karya inovatif dari sineas lokal.
Festival yang menjadi satu-satunya di Indonesia dengan kualifikasi Oscar ini menampilkan total 94 film dari 38 negara. Untuk kompetisi film panjang naratif, ada empat judul keren yang akan bersaing: drama Tunisia “Mon Ami” karya Mohamed Zran, film Mesir “Aisha Can’t Fly Away” yang disutradarai Morad Mostafa, film “Death Drive” dari Korea Selatan oleh Park Eolgul, dan “Sound of Falling” garapan sutradara Jerman, Mascha Schilinski.
Untuk kategori film dokumenter, ada beberapa judul menarik seperti “Divia” karya Dmytro Hreshko, yang merupakan kolaborasi antara Polandia, Ukraina, dan Belanda. Selain itu, ada pula “The Madness of Moonlight” dari Leigh-Ann Beverley yang dibuat di AS, serta dua film Spanyol: “The Rain Won’t Let Us Fly” oleh Ignacio Marín dan Rubén Díez, dan “The Designer Is Dead” dari Gonzalo Hergueta.
Di bagian film pendek naratif, festival ini menyuguhkan delapan film yang patut ditonton. Salah satu di antaranya adalah “Psychopomp” yang dibintangi aktor “Game of Thrones”, Kit Harington. Ada juga “Close Your Eyes Hind” yang diproduksi di Belanda oleh Amir Zaza. Film “Ali” yang merupakan kolaborasi Bangladesh-Filipina, serta “Jasmine. Home. Mother.” dari Ugnė Skonsmanaitė yang melibatkan Lithuania, Inggris, dan AS juga ikut meramaikan. Rangkaian film ini ditutup oleh “Vultures” dari Dian Weys yang merupakan kolaborasi Prancis-Afrika Selatan, “The Spectacle” oleh Bálint Kenyeres yang berasal dari Prancis dan Hongaria, “Life Goes On” yang disutradarai Kat Butterfield dan Daniel Audritt dari Inggris, serta “Lip Balm” yang dibawa oleh An Kwangsik asal Korea Selatan.
Untuk kategori dokumenter pendek, ada “The Revolution Against Death” yang disutradarai Oppenheimer, bersama dengan “Actually, I Didn’t Want to Stay Long” dari Andreas Grützner dan “The Tuners” oleh Pawel Chorzepa. Tidak ketinggalan, ada film “Grappling Grace” yang didirikan oleh sutradara asal Inggris, Alexander Kiehl dan Misha Novak.
Bagian animasi pendek juga akan hadir dengan beberapa judul seperti “The Magician” yang merupakan kolaborasi Kroasia-Prancis-Rumania dari Bogdan Muresanu. Selain itu, ada “Jailbirds” karya Thomas Villepoux dari Belgia-Prancis, “Lifetime Warranty” yang disutradarai Daniel Lobos asal Chili, serta “Anyone Lived in a Pretty How Town” oleh Daniel Kreizberg yang diproduksi di Lithuania, Monako, dan AS. Film “White Hare” dari Jee Inkyu dari Korea Selatan dan kolaborasi Prancis “Chère Fin” yang disutradarai oleh Khéma Cousin dan rekan-rekannya juga akan menghiasi kategori ini.
Penghargaan untuk Best Short Film akan diambil dari para pemenang di kategori naratif pendek, dokumenter pendek, dan animasi pendek. Joshua Oppenheimer juga akan menyutradarai film pamungkas “The End,” yang berasal dari sejumlah negara antara lain Denmark, Jerman, Irlandia, Italia, Inggris, Swedia, dan AS.
Kompetisi ini akan dinilai oleh juri yang terdiri dari sepuluh anggota. Beberapa perwakilan Indonesia dalam juri termasuk sutradara, produser, dan penulis naskah Yosep Anggi Noen, sutradara, sinematografer, dan pengajar I Made Denny Chrisna Putra, serta aktor Marcella Zalianty dan aktor-singer Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie. Juga ada Nirartha Bas Diwangkara sebagai filmmaker dan produser. Para juri internasional akan diisi oleh sutradara asal Selandia Baru Joseph J.U. Taylor, eksekutif asal Italia Denise Castelli, filmmaker dokumenter asal AS Eros Zhao, dokumentaris asal Australia Richard Todd, dan peneliti asal Australia David Hanan.
Festival ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan Indonesia, Dana Indonesiana, serta dana pendidikan LPDP. Selain program utama, ada platform industri Bali Film Forum yang berlangsung bersamaan dengan festival, juga ditawarkan program komunitas Cinema by the Sea.
Didirikan pada tahun 2007 oleh Bali Film Center, edisi ke-19 ini akan berlangsung dari 1 hingga 7 Juni di Sanur. Pastikan untuk menyaksikan rangkaian film luar biasa yang akan hadir!





