Netflix kini menjadi rumah bagi film sci-fi yang keren banget dan mengombinasikan tema dari Get Out dan Black Mirror. Mungkin film ini belum sepenuhnya dikenal banyak orang, tetapi berhasil mendapatkan skor hampir sempurna di Rotten Tomatoes sebanyak 95%. Jadi, buat para penggemar sci-fi, pasti wajib banget cek film ini di Netflix.
Film They Cloned Tyrone yang disutradarai Juel Taylor ini memperkenalkan kita pada trio aneh: Fontaine, Slick, dan Yo-Yo. Mereka menemukan bahwa lingkungan yang tampak biasa itu adalah markas rahasia dari eksperimen jahat pemerintah. Dari sini, film ini berkembang menjadi campuran tak terduga antara satir dan thriller sci-fi yang bikin jantung berdebar.
Unsur misteri dalam film ini mampu membuat penonton terpaku sepanjang durasinya. Namun, yang bikin semakin menarik adalah komedi tajam dan tema blaxploitation di dalamnya, yang membuat cerita ini semakin mendalam. Performa luar biasa dari John Boyega, Teyonah Parris, dan Jamie Foxx membuat chemistry mereka di depan layar semakin bikin inget film ini lama setelah selesai nonton.
Film Netflix They Cloned Tyrone Menyuguhkan Energi “Get Out Meets Black Mirror”
Netflik menghadirkan sebuah film yang serupa dengan karya Jordan Peele, Get Out, yang terkenal dengan potret horor pengalaman Black dengan pendekatan psikologis yang mengena. Sementara They Cloned Tyrone mengeksplorasi tema serupa, tapi dengan tingkat yang lebih besar. Mirip dengan konsep “sunken place” di Get Out, di film ini satu lingkungan utuh digambarkan sebagai konstruksi sosial yang terkendali.
Di kedua film, tempat yang aman dan familiar justru menjadi metafora cerdas tentang bagaimana kenyamanan sehari-hari bisa mengaburkan sistem kontrol dan penghapusan identitas. Misalnya, sementara Get Out mengambil latar di sebuah estate suburban yang tenang, They Cloned Tyrone terjadi di sebuah lingkungan yang terlihat biasa di mana karakter-karakternya terlalu terjebak dalam rutinitas untuk menyadari ada yang aneh.
Villain utama di kedua film juga mirip. Seperti anggota keluarga di Get Out yang mengaku mengagumi orang kulit hitam, pihak yang melakukan eksperimen manusia di They Cloned Tyrone mengklaim mereka menciptakan kedamaian dengan mengeliminasi gesekan rasial melalui asimilasi genetik.
Nuansa Black Mirror terasa jelas di atmosfer retro-futuristik film ini. Walaupun awalnya tampak seperti terjadi di dunia sekarang, film ini memperkenalkan teknologi kloning hingga modifikasi perilaku subliminal. Seperti halnya Black Mirror, They Cloned Tyrone juga menunjukkan bagaimana teknologi dimanfaatkan oleh mereka yang berkuasa untuk memanipulasi komunitas yang termarjinalkan demi menjaga kontrol sosial atas nama kemajuan.
Meski Terabaikan, They Cloned Tyrone Dapat Dibilang Sebagai Film Sci-Fi Terbaik Netflix
Walau mirip dengan film Blaxploitation cerdas lainnya seperti Get Out dan Sorry To Bother You, They Cloned Tyrone tetap relatif kurang dikenal. Film ini mendapatkan review positif baik dari penonton maupun kritikus saat pertama kali tayang, tapi tak mendapatkan perhatian mainstream. Mungkin karena dirilis bersamaan dengan Barbie dan Oppenheimer, film ini jadi kurang mendapat sorotan.
Sayangnya, They Cloned Tyrone belum mendapatkan pengakuan yang sebanding dengan film sci-fi mainstream lainnya, walau pantas dianggap sebagai salah satu film sci-fi orisinal terbaik di Netflix. Dengan twist yang tepat waktu, performa yang luar biasa, dan satir yang tajam, film ini memastikan tak ada momen membosankan dalam dua jam durasinya. Penutup yang mengejutkan juga menyisakan pertanyaan, meski tidak secara eksplisit membuka jalan untuk sekuel.
Sampai saat ini, belum ada kabar tentang sekuelnya, jadi sepertinya They Cloned Tyrone 2 takkan muncul. Namun, film sci-fi di Netflix ini tetap layak dapat perhatian. Parallelnya dengan Black Mirror dan Get Out cukup untuk menjadikannya salah satu film sci-fi modern yang paling menarik. Yang menambah daya tariknya adalah bagaimana film ini mengacu pada teori konspirasi nyata dengan menyisipkan komentar sosial dan humor segar.





