Home Movie 27 Tahun yang Lalu, Tren Blockbuster Horor Ikonik Dimulai (Dan Hanya Bertahan 5 Tahun)
Movie

27 Tahun yang Lalu, Tren Blockbuster Horor Ikonik Dimulai (Dan Hanya Bertahan 5 Tahun)

Share
27 Tahun yang Lalu, Tren Blockbuster Horor Ikonik Dimulai (Dan Hanya Bertahan 5 Tahun)
Share

Meskipun genre horror aksi sepertinya bakal kembali meramaikan layar lebar, sudah 27 tahun sejak satu blockbuster yang memulai era keemasan genre ini muncul. Film The Mummy garapan Lee Cronin memang menawarkan kesenangan seram yang penuh gore, tetapi reboot Blumhouse yang berdarah-darah dan berperingkat R dari franchise ini membuktikan bahwa kisah-kisah dalam seri ini telah bergerak jauh dari alur cerita penuh aksi yang menghibur di film-film sebelumnya. Dua puluh tujuh tahun lalu, film-film The Mummy yang dibintangi Brendan Fraser mengawali tren genre horror yang bertahan selama setengah dekade.

Salah satu blockbuster horror aksi yang disutradarai Stephen Sommers, The Mummy, memicu tren tersebut pada 7 Mei 1999, ketika film seharga $80 juta ini berhasil meraup $422 juta di box office. Dalam kebetulan yang cukup aneh, Van Helsing, film lain dengan genre yang sama dari sutradara yang sama, dirilis tepat lima tahun kemudian pada 7 Mei 2004. Sayangnya, film ini tidak berhasil di box office dan menjadi tanda penutup tren yang telah dimulainya.

The Mummy Memulai Booming Horror Aksi pada 7 Mei 1999

The Mummy mendapat sambutan hangat dari penonton dan tak kalah positif dari para kritikus, meskipun penilaian retro lebih baik dibandingkan saat film ini pertama kali rilis. Apa yang dulunya dianggap sebagai blockbuster musim panas yang seru namun sepele kini dianggap klasik, bahkan salah satu film terbaik yang lahir dari ledakan genre horror aksi awal 2000-an. Namun, ini bukan karena kurangnya usaha dari para pembuat film di masa tersebut.

Inline – AWS Open Trip

Film-film seperti Thirteen Ghosts, Ghosts of Mars, seri Underworld, film Resident Evil, Doom, The League of Extraordinary Gentlemen, dan House of the Dead meramaikan panggung setelah kesuksesan The Mummy. Meski tidak ada yang sukses besar, derasnya rilis ini mengukuhkan horror aksi sebagai gerakan terdepan di genre horror waktu itu. Di sisi lain, film-film seperti Blade II, Hellboy, Constantine, dan Dog Soldiers menunjukkan bahwa genre ini tidak sepenuhnya terpisah dari kredibilitas dan kesuksesan kritis.

Baca juga  Trailer Baru Mengungkap Aksi Seru 'Into the Spider-Verse' Bertemu 'Fast and Furious' [Eksklusif]

Underperforming Box Office Van Helsing Mengakhiri Booming Horror Aksi pada 7 Mei 2004

Namun, secepat genre ini mendaki ke puncak box office, horror aksi juga meredup dengan cepat. Kegagalan kritis dan komersial Van Helsing memberi dampak besar, tepat lima tahun setelah kesuksesan luar biasa The Mummy, namun ada banyak faktor lain yang juga berpengaruh. Kesuksesan The Ring pada 2002 dan Saw pada 2004 melahirkan banyak tiruan di tahun-tahun berikutnya, sementara munculnya lanskap horror yang lebih gelap, berdarah, dan suram pasca-9/11 membuat kembali ke R-rated tradisional.

Memang ada beberapa film besar PG-13 horror aksi yang dirilis setelah masa kejayaan genre ini, seperti I Am Legend yang dibintangi Will Smith tahun 2007. Namun, remake horror Jepang dan film thriller psikologis yang lebih berdarah dan realistis terinspirasi dari kesuksesan besar Saw dan Hostel menguasai siklus genre selama sisa dekade itu, sementara film slasher kembali ke depan pada akhir 2000-an. Jadi, lima tahun setelah The Mummy mempopulerkan film horror aksi, Van Helsing membuktikan bahwa dunia sepertinya sudah bergerak maju.

Inline – AWV Youtube
Inline – HLD One Day Trip
Share