Film Hokum mungkin terlihat seperti film horor ringan, tapi sebenarnya, akhir cerita yang digarap oleh sutradara Damian McCarthy sangatlah kelam. Dalam wawancara dengan Inverse, McCarthy mengungkap kan bahwa versi awal skripnya memiliki ending yang lebih gelap, di mana karakter utama, Ohm Bauman, yang diperankan oleh Adam Scott, sebenarnya mati.
Di dalam film ini, Ohm, seorang penulis horor, pergi ke sebuah hotel angker di Irlandia untuk menaburkan abu orang tuanya. Namun, tanpa diduga, tempat itu konon dihuni oleh sosok penyihir. Selain Adam Scott, film ini juga dibintangi oleh Peter Coonan, David Wilmot, Will O’Connell, dan Florence Ordesh.
McCarthy menjelaskan bahwa dalam versi awal, Ohm terjebak di dalam lift dapur dan tidak pernah bisa keluar sebelum ditangkap oleh penyihir. Ia merasa ending tersebut terlampau suram dan mempertanyakan: “Apakah siapa pun akan menontonnya lagi? Apakah ini akan menghibur?” Dalam skrip yang telah diubah, tercantum kalimat bahwa jika The Conquistadors menemukan sebuah tengkorak, itu berarti ada harapan. Dan di padang gurun, terdapat tengkorak domba yang menunjukkan bahwa pengalaman Ohm di hotel tersebut telah mengubahnya.
Hokum sudah cukup gelap, terutama di awal film saat penonton diberi tahu bahwa kedua orang tua Ohm sudah meninggal. Dalam perjalanannya, kita melihat betapa dalamnya rasa duka yang ia rasakan, terutama ketika ia melampiaskan kemarahannya terhadap karakter lain seperti Alby dan Fiona yang berusaha membantunya.
Lebih dramatis lagi, Ohm bahkan berusaha bunuh diri di tanah hotel. Meski selamat, karakter lain dalam film ini juga mengalami nasib tragis. Salah satu momen tergelap adalah pengungkapan bahwa ibunya, yang diceritakan tewas ditembak dalam perjalanan pulang, sebenarnya adalah korban dari Ohm saat berusia sepuluh tahun yang secara tidak sengaja menembakkan senapan ayahnya dan mengenai wajah ibunya, mengakhiri hidupnya. Plot twist ini menambah kedalaman tema rasa bersalah dan penyesalan yang mendasari keseluruhan film.
Akhir yang diubah oleh McCarthy sangat menarik dan mencerminkan perubahan pandangan Ohm mengenai kehidupan. Begitu tiba di hotel, Ohm bersikap pesimis dan ingin mengakhiri trilogi bukunya dengan kematian si Conquistador dan anak laki-laki di padang gurun. Fiona, salah satu karakter, bahkan menyatakan bahwa dia tidak ingin membaca buku tersebut, yang bisa dilihat sebagai harapan yang disisipkan McCarthy ke dalam cerita.
Alih-alih hanya menggali rasa sakit dan kerusakan akibat kehilangan serta satu kesalahan mengerikan, ending Hokum menjadikannya kisah tentang transformasi seorang pria menuju optimisme. Lewat masa lalu yang traumatis dan peristiwa yang dialami dalam Hokum, Ohm berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik.




