George Lucas selalu meyakini bahwa Star Wars adalah untuk anak-anak, dan film Star Wars mendatang – The Mandalorian and Grogu – benar-benar memeluk konsep tersebut. Namun, jika kita melangkah keluar dari layar lebar, ada banyak momen di mana franchise ini beralih genre. Dari fiksi ilmiah yang keras, hingga improvisasi cerita klasik seperti Apocalypse Now, bahkan akan ada horor Star Wars yang siap menggebrak!
Memang, perpindahan genre lebih sering terlihat di franchise lain, seperti Marvel Cinematic Universe. Tapi Star Wars punya sejarah eksperimental yang membanggakan. Tony Gilroy, showrunner Andor, bahkan mengisyaratkan bahwa ada proyek beberapa keluarga horor Star Wars yang sedang dikerjakan. Yuk, simak beberapa perubahan genre terbesar yang sudah kita lihat selama 49 tahun terakhir ini!
11. Novel X-Wing Menyajikan Kisah Perang Epik
Film Star Wars menggabungkan fiksi ilmiah-fantasi, konflik galaksi, dan mistisisme spiritual. Namun, medium lain seringkali mengangkat tema konflik militer, khususnya melalui novel “X-Wing” yang ditulis oleh Michael A. Stackpole dan Aaron Allston. Fokus ceritanya pada para pilot Rogue Squadron dan tim black ops yang dikenal sebagai Wraith Squadron, berada di garis depan saat Republik Baru yang masih muda berjuang melawan Imperial Remnant. Ini adalah beberapa novel Star Wars terbaik yang pernah ditulis!
10. Star Wars: Galaxy of Fear

Buku Star Wars: Galaxy of Fear yang ditulis oleh John Whitman bisa dibilang adalah jawaban Star Wars untuk Goosebumps, menggambarkan sepasang saudara yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah Perang Sipil Galaksi. Mereka menghadapi planet hidup (yang mengonsumsi pengunjungnya), monster undead, dan ilmuwan gila. Salah satu cerita terbaiknya, Ghost of the Jedi, bahkan mengacu pada Alien. Meski terbilang ringan jika dibandingkan standar horor, semua unsur tropes ada di sini!
9. Coruscant Nights adalah Kisah Noir Detektif Terbaik Star Wars

Pada tahun 2008, Michael Reaves meluncurkan trilogi salah satu kisah noir Star Wars terbaik: Coruscant Nights. Buku-buku ini bercerita tentang Jax Pavan, seorang yang selamat dari Order 66 yang bekerja sebagai detektif swasta di Coruscant. Ditulis dengan sangat bagus, penuh drama dan karakter yang mendalam, menggunakan semua tropes klasik noir – semua di bawah bayangan Darth Vader, mengingat Jax bekerja di Coruscant.
8. Death Troopers: Horor Star Wars Sejati

Buku Death Troopers karya Joe Schreiber umumnya dianggap sebagai horor Star Wars yang pertama. Dirilis pada tahun 2009, cerita ini terinspirasi oleh The Shining dan Alien, dan diikuti oleh buku prekuel berjudul Red Harvest pada tahun 2010. Ini adalah horor zombie yang brilian, dengan stormtroopers yang dihidupkan kembali sebagai monster lapar tanpa jiwa. Dalam canon Star Wars, Death Troopers juga muncul di Ahsoka Season 1, ketika Great Mothers menghidupkan stormtroopers untuk melawan Ahsoka Tano.
7. Kehadiran Kaiju di Star Wars dalam The Clone Wars

Season 2 dari Star Wars: The Clone Wars menghadirkan aksi Kaiju ke galaksi Star Wars, memperkenalkan versi Godzilla-nya. Zillo Beast adalah monster manipulasi energi yang sangat kuat, yang dalam gaya Kaiju, berhasil muncul di Coruscant dan memburu Emperor Palpatine. Zillo Beast kembali dalam Star Wars: The Bad Batch, di mana terungkap bahwa Kekaisaran melakukan eksperimen padanya.
6. Star Wars dengan Nuansa Ocean’s Eleven di Scoundrels

Penulis legendaris Star Wars, Timothy Zahn, menulis novel heist bergaya Ocean’s Eleven di tahun 2013. Tanpa mengejutkan, Scoundrels menampilkan Han Solo, Chewbacca, dan Lando Calrissian yang bergabung untuk menyusun kru. Star Wars telah lama terpesona oleh dunia bawah, dan Scoundrels menunjukkan betapa potensialnya tema ini.
5. Lost Stars: Romansa Remaja Star Wars yang Sempurna

Star Wars: The Force Awakens memperkenalkan planet Jakku, sebuah planet sampah yang bahkan memiliki kapal Imperial Star Destroyer yang jatuh di permukaannya. Cerita kapal tersebut diungkap dalam novel luar biasa Claudia Gray, Lost Stars, sebuah romansa remaja yang berlatar Star Wars. Ini ibarat versi Star Wars dari Romeo dan Juliette, di mana dua kekasih berada di sisi yang berbeda dalam Perang Sipil Galaksi.
4. The Screaming Citadel: Horor Vampir Sejati

Pada tahun 2014, Marvel mendapatkan kembali lisensi komik Star Wars dan mulai merintis pola event tahunan. Cerita “The Screaming Citadel” di tahun 2017 adalah horor vampir sejati, berlatar antara A New Hope dan The Empire Strikes Back, di mana Luke Skywalker dikejar oleh alien kuno berbahaya yang mengkonsumsi Force. Cerita ini juga menampilkan Doctor Aphra, versi Star Wars dari Indiana Jones.
3. “Fairy Tales” Star Wars: Sekilas Luar Biasa ke Dalam Galaxy Star Wars

Sejak tahun 2019, penulis George Mann mulai menggarap serangkaian buku antologi yang pada dasarnya menceritakan dongeng yang berlatar di galaksi Star Wars. Seperti semua dongeng terbaik, konon ada kebenaran di setiap cerita, yang membuatnya sangat menarik; beberapa fitur Sith dan monster yang kini telah terkenal dalam kisah epik. Sorotan dari seri ini adalah Dark Legends, yang fokus pada Sith Lords dan monster sisi gelap – termasuk versi werewolf dari Star Wars.
2. Andor Berbeda dari Apa Pun dalam Sejarah Star Wars

Andor karya Tony Gilroy adalah tayangan TV yang unik, lebih dewasa dibandingkan tayangan Star Wars lainnya. Ini adalah drama spionase, saat Aliansi Pemberontak yang masih baru berusaha meruntuhkan Kekaisaran di tengah bayang-bayang Death Star. Cerita ini menjadi prolog yang sempurna untuk Rogue One: A Star Wars Story. Season 1 tayang perdana pada 2022, dan season kedua (dan terakhir) akan ditayangkan pada 2025.
1. Skeleton Crew Menyambut Sisi Muda Galaksi

Menampilkan Jude Law, Star Wars: Skeleton Crew adalah petualangan epik bergaya John Hughes yang mengingatkan pada The Goonies. Menghadirkan sekelompok anak yang tanpa sadar meluncur ke luar angkasa dari planet asal mereka, At Attin, terjun ke galaksi penuh bajak laut dan (diduga) Jedi. Ini adalah tayangan yang benar-benar menyenangkan, sebuah pengingat bahwa cerita Star Wars terbaik selalu ditujukan untuk anak-anak.





