Cerita hidup Michael Jackson kini diangkat ke layar lebar lewat film biografi terbaru berjudul Michael (2026). Meski baru tayang, film ini sudah memicu banyak kontroversi. Sesuai dengan judulnya, Michael mengisahkan kehidupan dan warisan King of Pop yang hingga kini tetap menjadi salah satu penyanyi dan penulis lagu paling terkenal dan berpengaruh di dunia. Film ini memulai ceritanya dari tahun-tahun awal Jackson, saat dia tampil bersama saudara-saudaranya di Jackson 5, dan menyusuri dekade-dekade penuh prestasi dalam karirnya. Namun, film ini menyudahi cerita setelah tur terakhir Jackson 5 dan sebelum tur solo Bad dimulai pada 1988.
Sayangnya, Michael menyambut kritik yang cukup keras. Saat ini, skor kritik film ini di Rotten Tomatoes hanya mencapai 40%. Tapi, sambutan dari penonton ternyata jauh berbeda! Dengan skor audiens menembus angka 96%, film ini malah memecahkan rekor box office untuk film tentang Michael Jackson. Ada perpecahan yang nyata antara kritik dan pemirsa yang menarik perhatian banyak pihak.
Meskipun banyak penonton yang memuji penampilan Jaafar Jackson sebagai Michael, pengalaman musikal yang megah, serta penampilan energik dari seluruh cast, satu masalah besar terus menjadi pembicaraan hangat. Banyak yang mengeluhkan bahwa film ini sama sekali tidak membahas berbagai tuduhan yang dialamatkan kepada Michael Jackson. Sejak 1993, Jackson menghadapi berbagai tuduhan serius, mulai dari pelecehan seksual hingga kejahatan yang lebih berat. Kasus-kasus ini dimulai ketika Evan Chandler, ayah dari Jordan Chandler, melaporkan tuduhan yang membekas di sepanjang sejarah karir Jackson.
Penyelidikan dilakukan, dengan aparat mengeksekusi surat perintah pencarian di beberapa properti Jackson, tetapi hasil pencarian tidak menemukan bukti untuk menuntutnya. Di tahun yang sama, Jason Francia, anak dari mantan pembantu rumah tangga Jackson, juga muncul dengan tuduhan serupa. Pada 1994, Jackson mencapai kesepakatan di luar pengadilan dengan keluarga Chandler, sementara juri di Santa Barbara dan Los Angeles memilih untuk tidak menuntutnya karena kurangnya bukti. Di 2003, dokumenter Living With Michael Jackson kembali mengangkat isu ini dan membuka penyelidikan baru yang berujung pada penangkapan Jackson dan persidangan di 2005, di mana dia dinyatakan tidak bersalah.
Meski setelah kematiannya pada 2009, berbagai kasus masih muncul, tidak ada satu pun tuduhan ini yang dibahas dalam Michael.
Lionsgate Dihalangin Secara Hukum untuk Menampilkan Detail Tertentu
Reaksi penonton yang merasa marah karena Michael tidak mencakup tuduhan kepada Jackson cukup dapat dimengerti. Menurut The Washington Post, Lionsgate, selaku studio, sebenarnya berusaha untuk memasukkan elemen-elemen tersebut, tetapi terhalang oleh perjanjian yang ditandatangani oleh Jackson dan keluarganya yang melarang publikasi tentang kejadian tersebut. Akibatnya, Lionsgate terpaksa melakukan banyak pengambilan gambar ulang.
Setelah pengambilan gambar selesai di 2024, estate Jackson menyadari ada masalah. Perjanjian yang ditandatangani setelah tuduhan pelecehan di 1993 membatasi kedua pihak untuk berbicara tentang apa yang terjadi. Akibatnya, banyak adegan harus dipotong, seperti yang dikonfirmasi oleh Lionsgate.
Selain kontroversi tersebut, banyak spekulasi bahwa Lionsgate sengaja menghindari pembahasan mengenai sejarah kelam ini. Namun, terlepas dari semua itu, ada harapan bahwa film sekuel bisa menggali kisah-kisah tersebut. Di akhir Michael, muncul tulisan “His story will continue” yang mengisyaratkan kemungkinan kisah lanjutannya. Mengingat banyaknya peristiwa penting dalam hidup Jackson yang belum terangkat, seperti kelahiran ketiga anaknya dan kariernya yang luar biasa, sekuel bisa jadi peluang untuk menjelajahi ini semua.
Apakah sekuel akan mencakup tuduhan-tuduhan tersebut? Mengingat film ini berakhir pada 1988, ketika tuduhan pertama muncul baru di 1993, sangat mungkin bahwa sekuel bisa menjadi tempat untuk mengisahkan semua itu, meskipun tanpa menyebut nama Chandler. Lionsgate tampaknya ingin melihat bagaimana audiens bereaksi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan besar tersebut.
Kepastian mengenai sekuel masih jauh dari kata pasti. Dengan ribuan respons negatif akibat kurangnya pengakuan terhadap tuduhan di film pertama, bisa jadi Lionsgate akan merasakan tekanan untuk membahas banyak cerita yang lebih dalam. Namun, di sisi lain, kesuksesan film ini juga bisa menjadi alasan bagi studio untuk tidak menyentuh isu ini sama sekali, berharap audiens masih mau menonton tanpa merinci sejarah kelam Jackson. Saat ini, masih banyak hal yang bisa dinanti dari perjalanan film yang mengangkat kisah hidup salah satu ikon terhebat di dunia musik ini.





