Home Game Kesuksesan Assassin’s Creed Black Flag Resynced Diiringi PHK Besar di Studio Pembuatnya!
Game

Kesuksesan Assassin’s Creed Black Flag Resynced Diiringi PHK Besar di Studio Pembuatnya!

Share
Kesuksesan Assassin's Creed Black Flag Resynced Diiringi PHK Besar di Studio Pembuatnya!
Share

Akhir-akhir ini, berita dari dunia game bikin gamer Indonesia tercengang. Tiga bulan setelah peluncuran sukses besar dari Assassin’s Creed Black Flag Resynced yang terjual dua juta kopi dalam sehari dan mencapai tiga juta dalam seminggu, Ubisoft mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 70 orang dari studio Ubisoft Singapore. Ini seperti sinyal yang kurang baik di tengah euforia kesuksesan game tersebut.

Salah satu pernyataan dari Ubisoft Singapore menyebutkan, “Di Ubisoft Singapore, 70 posisi telah terpengaruh untuk menyelaraskan studio dengan kebutuhan produksi mendatang. Studio ini tetap menjadi bagian penting dari organisasi produksi global Ubisoft.” Keputusan ini tentu mengundang banyak tanya, terutama mengingat bagaimana game ini bisa memecahkan rekor penjualan dan melebihi ekspektasi tahunan dalam waktu yang sangat singkat.

Ini bisa jadi contoh klasik bagaimana sukses besar membuat langkah-langkah bisnis yang mengejutkan. Siapa sangka, saat sebuah game menjadi terlalu sukses, bukannya semuanya berakhir bahagia, malah membawa dampak sebaliknya? Ini adalah situasi yang sudah terlihat sebelumnya, contohnya dengan Ubisoft Barcelona yang juga mengalami pemangkasan jumlah karyawan setelah meluncurkan game yang sama. Banyak yang menganggap pemangkasan karyawan ini tergolong ekstrem, apalagi setelah studio terbukti membawa banyak keuntungan bagi Ubisoft yang belakangan ini sering menghadapi tantangan.

Inline – AWV Youtube

Dan kabar buruk tidak berhenti di situ. Setelah pengumuman restrukturisasi untuk Ubisoft Redlynx yang diumumkan setahun lalu guna mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi, kini studio tersebut pun harus ditutup sepenuhnya. Salah satu pernyataan resmi menyebutkan, “Hari ini, kami memberitahu tim kami tentang usulan penutupan RedLynx di Finlandia, yang akan mempengaruhi hingga 52 posisi.” Sangat disayangkan, karena RedLynx yang didirikan pada tahun 2000 ini terkenal dengan game balap motor, Trials, yang terakhir dirilis pada 2019.

Baca juga  Uncharted Siap Bangkit Kembali! Proyek Reboot Sedang Dikerjakan oleh PlayStation

Setelah itu, RedLynx mendukung pengembangan Star Wars Outlaws dan merilis game mobile Gwen’s Getaway. Namun, laporan mengatakan bahwa Ubisoft memutuskan untuk menutup RedLynx karena saat ini mereka tidak mengerjakan proyek lain, dan pengurangan karyawan tidak membuat studio tersebut berkelanjutan. Ubisoft juga mengakui kontribusi yang diberikan oleh karyawan yang terkena dampak dan menyatakan akan melakukan proses ini dengan “hati-hati dan hormat.”

Reaksi AWverse

Kita semua tahu bahwa dunia game bisa sangat kejam. Kabar tentang PHK di Ubisoft ini mungkin bikin banyak gamer merasa resah. Semoga saja setelah semua ini, Ubisoft bisa lebih bijak dalam pengelolaan studio dan proyek-proyek ke depannya. Kita tunggu aja bagaimana dampak dari keputusan ini terhadap game-game selanjutnya yang mereka luncurkan!

Inline – AWV Youtube
Inline – AWV Youtube
Share