Pekan ini, kabar kurang baik datang dari Xbox yang harus merumahkan 268 orang, ditambah dengan 1.600 pekerjaan yang sebelumnya dihilangkan tahun ini. Obsidian sekarang berada di bawah naungan Bethesda, Halo diserahkan kepada Activision, dan kita juga meluangkan waktu untuk berpamitan dengan Double Fine, Compulsion Games, serta Undead Labs yang mengembangkan State of Decay. Tak kalah mengejutkan, kabarnya Ninja Theory yang menggarap Hellblade juga akan ditutup.
Semua ini adalah bagian dari “reset” yang dilakukan Xbox di bawah CEO baru, Asha Sharma. Sharma yang menjabat sebagai wajah publik dari restrukturisasi yang sangat kontroversial ini berusaha menjelaskan keputusan tersebut dengan mengatakan, “Teknologi yang hebat menjadi lebih baik ketika lebih sederhana, bukan lebih besar,” yang mungkin bisa dianalogikan seperti pesawat yang lebih baik performanya ketika satu sayapnya dicopot. Hmm, aneh sih, ya?
Di sisi lain, pemimpin Microsoft, Satya Nadella, memiliki pandangan sendiri tentang langkah-langkah pemotongan ini. Dalam podcast Sources bersama Alex Heath (melalui Kotaku), Nadella menyampaikan bahwa dia merasa sangat positif tentang portofolio IP (Intellectual Property) Xbox saat ini. “Saya merasa sangat baik tentang IP yang kita miliki sekarang,” jelasnya. “Jika saya melihat studio-studio dan portofolio IP kita, serta kemampuan untuk mengambil itu dan memproduksi game yang hebat di masa depan, saya merasa sangat baik.”
Nadella kemudian menggambarkan restrukturisasi studio dan pemotongan pekerjaan ini dengan menyebut Xbox sedang merancang mobil Formula 1 baru. “Tim sedang melakukan penyederhanaan, dan Asha sedang melakukannya. Ini bagus untuk dilihat,” katanya.
Dia pun cepat beralih ke rencana masa depan Microsoft untuk Xbox, “Kita perlu menciptakan model bisnis yang berkelanjutan yang memungkinkan kita untuk menyediakan game kepada lebih banyak orang. Itu selalu jadi tujuan kami, yaitu ingin menjadi penerbit dan penyedia platform yang hebat untuk game baik di PC maupun Xbox.” Dia menambahkan, “Saya pikir Asha dan tim sudah menyatakan bahwa Xbox akan mengalami pertumbuhan di tahun fiskal mendatang.”
Jadi, kalau dilihat dari pernyataan Nadella, rencananya adalah melakukan reorganisasi yang paling dramatis dalam divisi game Microsoft dan kemudian merumuskan model bisnis yang akan dijalani. Ini seperti mencopot salah satu sayap pesawat sebelum bertanya, “Oke, bagaimana cara kita mengelilingi ‘bola’ ini?”
Tapi tenang saja, Xbox tidak akan berhenti di sini. Ketika pemutusan kerja terbaru diumumkan, Chief Creator Officer Xbox, Matt Booty, mengatakan bahwa perusahaan sudah “sekitar tiga per empat” menjelang penyelesaian restrukturisasi yang sudah diumumkan. Ini artinya, masih ada yang akan datang.
Reaksi AWverse
Kita tunggu aja kejelasan selanjutnya dari Xbox. Bakal seru banget kalau mereka bisa bangkit dengan inovasi baru, tapi semoga saja semua perubahan ini tidak justru bikin kita kehilangan game-game keren yang sudah ada. Fingers crossed, ya!

