Home Game Mortal Shell 2 Wujudkan Potensi Game Pertama dan Jadi Salah Satu Soulslike Terbaik!
Game

Mortal Shell 2 Wujudkan Potensi Game Pertama dan Jadi Salah Satu Soulslike Terbaik!

Share
Mortal Shell 2 Wujudkan Potensi Game Pertama dan Jadi Salah Satu Soulslike Terbaik!
Share

Mortal Shell hadir dengan pendekatan yang tak biasa. Di saat banyak game Soulslike lain menghabiskan waktu berjam-jam dengan peta yang luas, Mortal Shell lebih sederhana, dan bisa diselesaikan dalam sekitar 10 jam. Ini adalah keberanian dari studio seperti Cold Symmetry, yang sering kali dihadapkan pada ambisi berlebihan. Dengan segala keterbatasan itu, karya pertama mereka memberi gambaran akan potensi yang ada. Sekarang, Mortal Shell 2 hadir sebagai perbaikan yang menyempurnakan janji-janji dari game pertamanya, menjadikannya salah satu game Soulslike yang paling kuat dan memuaskan.

Seperti pendahulunya, Mortal Shell 2 punya kelebihan yang jelas berkat ritme permainannya. Alih-alih menunggu dengan sabar gerakan pedang yang lambat, game ini memberi kebebasan lebih kepada pemain untuk bergerak. Jika kita membandingkan game Soulslikes dari Nioh hingga Dark Souls, Mortal Shell 2 bisa dibilang lebih mendekati gaya permainan Team Ninja yang penuh aksi.

Rating: 4.5/5

Inline – HLD One Day Trip
Pro Kontra
Pendekatan tanpa lemak membuat eksplorasi terasa berarti dan kurva kekuatan lebih memuaskan. Beberapa bug kecil dan masalah desain minor menghambat sedikit kemajuan.
Pertarungan lebih mengutamakan aksi cepat dengan hanya sedikit daya tarik Soulslike. Peningkatan kesulitan yang drastis di akhir dapat mengganggu ritme permainan.
Peta yang padat mendorong pemain untuk terus menjelajah.

Mortal Shell 2 Memudahkan Aksi dan Memberdayakan Pemain

Ritme permainan yang cepat di Mortal Shell 2 menjadi hal yang menyenangkan. Animasi yang cepat, penghindaran yang dapat diandalkan, dan tidak ada bar stamina yang mengikat berarti pemain bisa melakukan serangan tanpa banyak menunggu. Serangan cepat dengan pedang katana dan kapak campuran bernama Axatana, diikuti beberapa tembakan shotgun, lalu menyelesaikan serangan dengan parry yang sempurna menjadi bagian dari permainan ini. Daya agresi ini jadi daya tarik yang membedakan Mortal Shell 2 dari kompetitornya yang lebih berorientasi pada rencana bertahan dan menyerang perlahan.

Baca juga  Penggemar Call of Duty Terkejut dengan Port Baru Black Ops 2 yang Masih Mempertahankan Editor Emblem, Tapi Tak Kaget dengan 'Kreativitas' yang Muncul!

Di banyak game, musuh terkadang bergerak lebih cepat dari protagonis, dan ini bisa bikin frustrasi. Namun di Mortal Shell 2, pahlawan dan musuh di dunia terkutuk ini seimbang, sehingga pertarungan terasa lebih adil. Meskipun masih ada sedikit berat dalam pergerakan, pemain harus tetap berpikir sebelum bertindak, tetapi tidak terjebak dalam pergerakan lambat.

Kompetisi pertarungannya semakin menarik karena banyak pilihan loadout yang ada. Ada delapan senjata melee, tujuh senjata jarak jauh, delapan kelas dengan skill tree masing-masing, tiga jenis parry unik, dan total 73 kelebihan dan kemampuan khusus yang bisa dicampur. Pemain bisa memilih Shell Eredrim dengan kemampuan serangan bahu yang kuat atau menggunakan Sester Genessa dengan klon hantu dan senjata gatling untuk bermain dari jarak jauh. Variasi ini memberikan kebebasan untuk bereksperimen dengan gaya bermain yang berbeda.

Inline – HLD One Day Trip

Parry Harden di game ini jadi pembeda yang menarik dibandingkan dengan pendahulunya. Kemampuan untuk sepenuhnya mengubah diri menjadi batu saat cooldown-nya selesai memberi mekanisme ini fungsi tambahan, bisa digunakan untuk menghindari serangan buruk, atau langsung menghukum musuh yang terlalu agresif. Ini tetap ada dan sangat berguna, dan kini dikelilingi oleh banyak pilihan lain yang membuat setiap gerakan semakin dalam.

Mortal Shell 2 Didesain Dengan Cantik dan Cerdas

Peta dalam Mortal Shell 2 terbagi menjadi banyak bioma, masing-masing lebih menyeramkan dari yang lain. Ada kastil yang diobrak-abrik oleh makhluk jahat, hingga kuburan raksasa dengan kerangka besar terhampar di padang. Setiap bioma memiliki identitas visual yang unik dan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan level pertama yang cenderung datar.

Berbeda dengan Mortal Shell yang punya level monoton tanpa kepribadian, sekuelnya menawarkan panggung yang penuh kehidupan. Desain ini sangat menawan, dengan berbagai jalan yang saling menghubungkan satu sama lain dengan cerdas. Pemain bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menjelajahi jalan yang membawa mereka kembali ke titik awal dengan cara yang unik.

Inline – HLD One Day Trip
Baca juga  Game Eksklusif Capcom dari PS2 Kembali! Sekarang Tersedia di PS5 dan GRATIS untuk Beberapa Pemain!

Desain peta yang saling melingkar ini menambah kedalaman eksplorasi. Menemukan harta tersimpan, senjata baru, atau jalan yang terhubung dengan jalur sebelumnya menjadi hadiah yang layak. Meski terkadang checkpoint bisa jauh karena struktur nonlinear ini, kebebasan yang dihasilkan sangat berharga.

Mortal Shell 2 Tak Membuang Waktu Pemain

Cold Symmetry berhasil mendesain dunia dengan memperhatikan kebutuhan pemain. Berbeda dengan Elden Ring yang luas, Mortal Shell 2 menawarkan pengalaman yang lebih padat tanpa banyak ruang kosong. Segala sesuatu dalam game ini memiliki tujuan, apakah itu shell baru atau rahasia tersembunyi.

Memiliki game terbuka yang hanya memakan waktu sekitar 30 jam adalah angin segar. Ini menunjukkan bahwa RPG aksi tidak perlu memiliki durasi tertentu untuk bisa dinikmati. Peningkatan kekuatan juga lebih cepat, karena kurva kekuatan tidak perlu dipanjangkan dengan waktu yang terlalu lama. Namun, meski game ini lebih panjang dari pendahulunya, semangatnya tetap terasa segar tanpa bobot berlebihan.

Tapi di bagian akhir, kesulitan yang sangat tinggi bisa jadi terasa seperti pengulangan. Menghadapi bos yang bisa mengalahkan pemain dalam satu atau dua serangan bisa bikin frustrasi dan menghentikan momen permainan yang telah terbangun.

Mortal Shell 2 Memiliki Beberapa Bug dan Cerita yang Mengurangi Pengalaman

Meski Mortal Shell 2 melangkah jauh di atas banyak game lain, masih ada beberapa masalah yang harus diperbaiki. Terkadang, bug muncul yang bisa membuang pemain ke tempat yang tidak diinginkan atau terjebak di celah yang menyebalkan. Ini tidak terlalu sering, tetapi tetap bisa terjadi.

Game ini juga kurang beberapa fitur kualitas hidup yang dimiliki game lain. Misalnya, fast travel yang tidak menunjukkan prabentuk visual dari checkpoint bisa bikin bingung saat mencari lokasi tertentu. Gloom — mata uang dalam game yang setara dengan Souls— sulit dilihat dan tidak otomatis terkumpul saat melewati batas tertentu. Meskipun ini adalah gangguan kecil, di genre yang kompetitif, setiap kekurangan akan sangat terasa.

Baca juga  Game Besar PlayStation Bakal Dimatikan, Ini Bikin Aku Cemas!

Cerita dalam game ini juga agak kabur dan tidak cukup dalam untuk membuat pemain tertarik. Misi mengumpulkan telur untuk Undermether tampak sederhana, tetapi banyak elemen lain kurang jelas. Sejujurnya, Mortal Shell 2 mengalami banyak kemajuan, namun terkadang terasa banal seperti womb Undermether yang dirusak.

Namun, secara keseluruhan, Mortal Shell 2 bukanlah karya yang melompati banyak makna, sebaliknya, ini adalah hasil dari tim Cold Symmetry yang konsisten dalam mengembangkan ide-ide mereka. Kesempatan untuk menyempurnakan versi awal mereka sangat berharga dan memungkinkan sekuel ini menjadi lebih beragam. Mortal Shell 2 membawa banyak pilihan bagi pemain untuk bereksperimen dengan gaya bermain, pertarungan yang lebih cepat tanpa batas stamina yang mengganggu, dan dunia yang dirancang rapi tanpa pengulangan yang membosankan. Jarang kita melihat sekuel yang menunjukkan perkembangan sebesar ini, dan Mortal Shell 2 adalah buktinya.

Wajib Dinanti Nggak Nih?

Kita semua menunggu untuk melihat bagaimana Mortal Shell 2 bisa menyesuaikan imperfections kecil-nya dengan gameplay yang sudah lebih mendalam. Pembaruan dan patch ke depan bisa jadi jawaban atas semua masalah yang ada. Semoga studio tidak hanya fokus pada konten baru, tapi juga perbaikan yang esensial agar pengalaman bermain makin paripurna!

Inline – HLD One Day Trip
Share