Kabar baik banget untuk kamu yang masih setia dengan Windows 10! Microsoft baru aja ngasih perpanjangan waktu satu tahun untuk Extended Security Updates (ESU), jadi kita semua masih bisa santai sampai Oktober 2027. Nggak ada lagi ancaman pensiun untuk sistem operasi yang banyak disukai ini.
Dulu, Microsoft udah mengumumkan bahwa dukungan untuk Windows 10 bakal berakhir pada Oktober 2025. Berarti kayak menutup salah satu versi Windows yang cukup baik sambil mendorong kita semua ke versi yang kurang oke. Tapi, eh, ada keajaiban! Dengan harga $30, atau gratis kalau beruntung, kamu yang pengen tetap di Windows yang nyaman bisa beli “Extended Security Updates.” Ini artinya, pembaruan keamanan dari Microsoft tetap mengalir selama setahun lagi. Meskipun pembaruan fitur udah dipastikan bakal mati, setidaknya program ESU ini dapat melindungi PC Windows 10 dari malware, ransomware, dan segala masalah lain yang ada di dunia maya.
Awalnya, program ESU ini direncanakan bakal berlangsung setahun setelah dukungan Windows 10 berakhir—yaitu sampai Oktober 2026. Namun, seperti yang dicatat oleh Windows Central, halaman ESU kini udah diperbarui dan menunjukkan bahwa program ini bakal berjalan sampai Oktober 2027. Jadi, buat kamu yang udah terdaftar di program ini, semua ini bakal kamu dapatkan secara otomatis, dan jika pernah membayar untuk ESU, kamu nggak perlu khawatir tentang biaya tambahan.
Berita ini tentu aja bikin banyak orang senang. Masih banyak pengguna Windows 10 di luar sana loh! Menurut laporan dari Steam Hardware and Software Survey, 24% responden masih memakai Windows 10 64-bit, dan jumlah ini cukup signifikan.
Dan bukannya orang-orang ini sulit menerima kenyataan, tapi Windows 10 emang secara objektif lebih baik dibandingkan Windows 11. Mungkin masalahnya adalah, persyaratan perangkat keras Windows 11 yang lebih tinggi bikin banyak hardware lama nggak bisa menginstal sistem operasi baru ini. Akhirnya, pemilik perangkat tersebut harus menggunakan alat eksternal seperti Rufus untuk bisa beralih.
Ketika deadline 2026 ditetapkan, banyak orang berpikir “Saatnya beli PC baru,” tapi kemudian terjadilah apa yang disebut Rampocalypse. Kita semua dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa mungkin kita harus menggunakan perangkat ini lebih lama dari yang diperkirakan. Dan, mirip dengan keputusan produsen motherboard yang memilih untuk kembali ke DDR3, Microsoft mungkin udah menyimpulkan bahwa memaksa orang untuk upgrade mahal adalah masalah yang mereka nggak perlu hadapi—apalagi mereka sendiri punya andil besar dalam membuat upgrade perangkat keras jadi super mahal.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau Microsoft bisa terus memberikan dukungan ini untuk para pengguna Windows 10. Ini bisa menjadi kesempatan buat mereka berpikir lebih jauh tentang cara mengupgrade tanpa bikin biaya yang gila-gilaan. Semoga aja langkah ini bisa jadi sinyal positif buat pengguna yang masih setia, dan nggak ada lagi denda kalau mau tetap memakai Windows yang sudah banyak menemani dalam berbagai aktivitas sehari-hari!




