Film-film dari Studio Ghibli sering kali mengajak kita menemukan makna dalam rutinitas sehari-hari, momen tenang, dan karakter yang belajar melihat dunia secara berbeda. Kini, produser senior studio ini, Toshio Suzuki, ngebahas tema-tema tersebut secara langsung dalam bukunya yang berjudul Zen and Ghibli: Life Lessons for Lasting Happiness from the Legendary Studio, yang akan terbit pada 13 Oktober 2026. Buku hardcover sepanjang 256 halaman ini, diterjemahkan oleh Beth Cary, menghubungkan cerita animasi ikonik dengan gagasan-gagasan dari Zen Buddha.
Alih-alih menganggap film Ghibli sebagai dongeng atau cerita anak-anak yang biasa, Suzuki mengajak tiga biksu—Sokyu Gen’yu, Nanrei Yokota, dan Shinsuke Hosokawa—untuk mendiskusikannya. Percakapan mereka mengaitkan dunia imajinatif studi dengan pertanyaan praktis seputar perhatian, ketidakpastian, dan cara mengekspresikan emosi. Dihargai $29, buku yang dilengkapi dengan ilustrasi ini menghadirkan karya seni Jepang dan cuplikan film, memberikan penggemar cara baru untuk memahami mengapa cerita-cerita ini tetap berarti bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.
Zen dalam Cerita-cerita Terbaik Ghibli
Salah satu pelajaran yang diambil dari buku ini adalah tentang zazen, praktik untuk mengalihkan perhatian ke dalam diri, yang dijelaskan melalui pengalaman Kiki dalam Kiki’s Delivery Service. Perjuangan Kiki dengan rasa percaya diri dan kehilangan kemampuan terbangnya membuat perjalanan ini lebih dari sekadar petualangan remaja. Ceritanya hadir sebagai cara untuk mempertimbangkan bagaimana refleksi dan kesadaran diri dapat membantu seseorang mendapatkan kembali perspektif di tengah tekanan kehidupan sehari-hari.
The Wind Rises membuka pandangan tentang kunjū, atau belajar dengan mengamati dan menyerap dunia di sekitar. Film ini mengikuti desainer pesawat Jiro Horikoshi yang mengejar mimpinya yang terbentuk dari imajinasi dan konsekuensi nyata. Melalui contoh ini, Suzuki dan para biksu menggali sejauh mana orang belajar melalui observasi, bukan hanya dari instruksi atau pengajaran formal. Ini menjadi penting di film di mana ambisi dan kehilangan berdampingan.
Konsep lainnya muncul dari cerita-cerita Ghibli yang lebih misterius. Dalam Princess Mononoke, fushiki mengarah pada kekuatan yang ditemukan dalam ketidaktahuan, sebagai counter yang berguna terhadap keinginan untuk mencari jawaban instan. Sementara itu, Howl’s Moving Castle memperlihatkan furyū monji: cara menyampaikan perasaan yang tidak bisa sepenuhnya diungkapkan dengan kata-kata. Semua interpretasi ini menunjukkan bahwa ketidakpastian dan emosi bukanlah kelemahan yang harus dihilangkan.
Mendapatkan Panduan Sehari-hari dari Keajaiban Ghibli
Diskusi ini juga menyoroti detail kecil namun berkesan dari Kiki’s Delivery Service, yakni mengapa kucing hitam Kiki, Jiji, berhenti berbicara seperti dulu. Alih-alih menyajikan detail ini sebagai teka-teki dengan satu jawaban pasti, buku ini menggunakannya untuk membuka refleksi yang lebih luas tentang proses tumbuh dewasa dan bagaimana hubungan seseorang dengan dunia dapat berubah seiring waktu.
Pendekatan ini sangat sesuai dengan hubungan yang lebih luas antara Zen dan Studio Ghibli. Film-film ini mengizinkan ruang untuk kesunyian, ambiguitas, kesedihan, keajaiban, dan pekerjaan sehari-hari, bukan menjanjikan bahwa kebahagiaan datang dari mengontrol setiap keadaan. Percakapan ini menggali bagaimana melepaskan kebutuhan untuk mengisi setiap momen dengan kekhawatiran, atau menganggap “kenyataan kosong” sebagai sesuatu yang harus ditakuti, bisa menawarkan kelegaan.
Suzuki, produser peraih Oscar yang terlibat dalam film-film seperti Spirited Away, My Neighbor Totoro, dan The Boy and the Heron, telah berkontribusi dalam membentuk warisan kreatif Studio Ghibli selama lebih dari empat dekade. Zen and Ghibli mengubah sejarah itu menjadi panduan untuk melihat ke dalam diri sambil tetap terhubung dengan dunia luar. Ide sentral dari buku ini sangat memberikan harapan: baik manusia maupun dunia di sekitarnya layak untuk diperhatikan dan dilindungi.
Wajib Dinanti Nggak Nih?
Kayaknya bakal seru banget kalau kita bisa eksplorasi pelajaran-pelajaran ini sambil menikmati keindahan animasi Ghibli yang sudah kita cintai. Semoga aja buku ini bisa jadi inspirasi baru untuk para penggemar dan membantu kita melihat hidup dengan cara yang lebih positif dan penuh pengertian!





