X-Men ’97 baru saja mengambil arah yang tak terduga, dengan menyajikan kematian mutant yang paling mengejutkan hingga saat ini. Meskipun seri populer ini merupakan reboot dari kartun klasiknya, nuansanya ternyata lebih dewasa. Di musim pertama, kita disuguhkan genosida mutant yang terjadi di Genosha, yang mengakibatkan kematian Gambit. Namun, di musim kedua, serial ini melampaui momen tersebut dengan membunuh Magneto, dan episode terakhir mengexplore kesedihan Charles Xavier. Kini, ada kematian terbesar yang belum terduga.
Siapa yang terkejut ketika X-Men ’97 menghidupkan kembali Gambit? Kematian di dunia komik selalu seperti pintu berputar, terutama untuk X-Men. Selain itu, banyak penggemar sudah mengira bagaimana Gambit akan kembali sejak akhir musim pertama. Dalam komik, Gambit adalah salah satu X-Men yang disulap menjadi Penunggang Kuda Apocalypse. Rasanya sudah pasti, bahwa cerita yang berfokus pada Apocalypse akan membawanya kembali sebagai Death. Tapi kini, dengan twist yang mengejutkan, X-Men ’97 sepertinya telah menegaskan Gambit bukanlah sekadar Penunggang Kuda.
Gambit Sepertinya Telah Membunuh Apocalypse
Episode terbaru, “Strange Land, Savage Heart,” berakhir dengan misi X-Force ketika Cable melanjutkan pencariannya untuk Apocalypse. Cable, yang dibesarkan sebagai sosok Mesianik dan percaya bahwa dia ditakdirkan untuk menghancurkan Apocalypse, tak ragu untuk melanggar batas demi mencapai takdirnya. Namun, dia selalu berada di posisi defensif, sadar bahwa Apocalypse tengah mengerjakan sesuatu di tahun ’90-an. Akhirnya, X-Force menemukan apa yang dicari: kebangkitan Gambit, yang jelas mengejutkan Jubilee.
Tetapi yang paling mengejutkan, X-Force tidak hanya menemukan salah satu kartu Gambit yang terisi energi. Mereka menemukannya di samping bangkai Apocalypse sendiri. Sepertinya teknologi Penunggang Kuda Apocalypse tidak dapat mengendalikan Gambit, mungkin karena kebangkitannya, dan Gambit berkhianat terhadap Apocalypse. Mengingat Apocalypse diberikan peran kosmik penting oleh Celestial bernama Eson, kematian Apocalypse bisa punya dampak besar; Eson percaya bahwa sosok seperti Apocalypse penting bagi evolusi manusia dan mungkin ingin peran tradisional tersebut diambil oleh orang lain. X-Men ’97 tampaknya menuju arah yang sangat tak terduga.
Dalam jangka pendek, gambaran Gambit seperti apa yang kita hadapi? Kita hanya melihat sedikit dari Ragin’ Cajun yang bangkit, dan kebangkitannya jelas mengubahnya menjadi avatar kematian yang kita lihat di komik. Gambit ini sendirian, cukup berkuasa untuk membunuh Apocalypse, dan kemungkinan punya agenda sendiri. Pada pandangan pertama, sepertinya Marvel melakukan bait-and-switch; menjadikan Apocalypse sebagai villain utama musim ini, hanya untuk menggantikannya dengan Gambit. Potensi cerita ini benar-benar mendebarkan!
Tapi Apakah Apocalypse Benar-Benar Mati?
Meski begitu, ini bisa jadi sebuah penipuan. Ini bukan Apocalypse dalam puncak kekuatannya; sebaliknya, dia adalah penjelajah waktu dari masa depan yang jauh, sosok tua yang aktif mencari inang baru untuk esensinya. Episode 1 dan 2 menunjukkan kemungkinan bahwa dia akan mentransfer kesadarannya ke dalam Cable; ceritanya tampaknya diadaptasi dari “The Twelve,” di mana Apocalypse menguasai Cyclops. Sangat mungkin Apocalypse tidak mati, tapi justru melompat ke tubuh Gambit.
Bisa jadi kedua hal tersebut terjadi. Marvel bisa saja mengambil elemen dari Star Wars, di mana Sith memiliki kekuatan “transfer esensi” dan dapat menguasai inang pada saat kematian mereka. Berdasarkan interpretasi ini, Gambit berhasil menolak kendali Apocalypse dan membunuhnya, tetapi jiwa Apocalypse kini telah menguasai tubuhnya. Apapun yang terjadi, X-Men tidak seharusnya menganggap Gambit masih sama seperti yang mereka kenal. Dia mungkin memiliki lebih dari sekedar benih Apocalypse di dalam dirinya; mungkin dia bahkan telah menjadi Apocalypse itu sendiri.
Musim kedua X-Men ’97 mencatat rekor langka di Rotten Tomatoes untuk Marvel dengan skor kritikus yang mencapai 100%. Meskipun begitu, serial ini tak sempurna; ceritanya sedikit terlalu melenceng, sehingga terkesan tidak fokus. Apocalypse seharusnya menjadi ancaman utama, dan anehnya, dia dikesampingkan dalam dua episode terakhir. Semoga penemuan X-Force berarti Gambit dan sisa-sisa Apocalypse menjadi fokus utama kembali, sementara cerita mendaki ke klimaks. Tak diragukan lagi, penonton akan sangat antusias untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, entah itu konfrontasi dengan Gambit, rekonsiliasi, atau sesuatu yang lebih memilukan.
Wajib Dinanti Nggak Nih?
Kayaknya bakal seru banget kalau ternyata Gambit beneran mengandung esensi Apocalypse! Ini bisa jadi asli drama yang bikin gregetan. Semoga aja para penulis bisa menjaga tensi cerita tetap tinggi dan jangan sampai kehilangan fokus, ya. Kita tunggu aja pembuktiannya pas rilis episode berikutnya!





