Para penggemar Disney pasti merasakan kekecewaan saat melihat tren remake live-action yang dihadirkan studio ini. Dulu, ketika mendengar “film Disney,” yang terbayang adalah film animasi dengan warna-warni yang cerah dan cerita unik. Namun, era sekarang membuat kita lebih sering berhadapan dengan remakes yang bikin kecewa. Ada beberapa contoh nyatanya, seperti remake live-action Lilo & Stitch yang mendapat banyak kritik karena perubahan ceritanya, termasuk Nani yang meninggalkan Lilo di akhir film. Lalu, ada pula Snow White yang jadi salah satu yang paling kontroversial dan banyak dibicarakan.
Bahkan remake live-action Moana yang baru saja tayang pun sudah mendapatkan sorotan negatif. Dalam konteks ini, kabar bahwa Colman Domingo akan menggarap film live-action tentang Tiana, terinspirasi dari The Princess and the Frog, terdengar seperti kabar buruk. Tapi, jika melihat reaksi penonton di media sosial, film live-action Disney kali ini berpotensi menghadirkan sesuatu yang berbeda. Ini bukan hanya karena pendekatan yang unik, tapi juga kemungkinan besar dapat memperbaiki kesalahan besar dari film asli yang selama ini bikin penggemar kecewa.
Film Tiana ini Tidak Akan Mengikuti Formula Remake Live-Action
Remake live-action Disney sering terjebak dalam sebuah dilema. Ketika mereka membuat perubahan yang terlalu signifikan seperti pada Snow White dan Lilo & Stitch, penonton justru merasa film tersebut merusak sumber aslinya. Namun, jika film tersebut adalah remake yang persis sama secara plot, penonton merasa tidak ada gunanya film itu diremake. Kabar baiknya, film Tiana ini kabarnya tidak mengikuti pola itu sama sekali karena ini bukan remake.
Menurut Deadline, Colman sedang mengerjakan “film live-action orisinal tentang Putri Tiana.” Ini berarti, daripada hanya mengulang kembali The Princess and the Frog dalam versi live-action, Colman sedang menciptakan cerita spinoff baru yang terfokus pada Tiana (masih belum jelas apakah cerita ini akan terjadi sebelum atau setelah film aslinya). Dengan begitu, film ini sudah berhasil menjauh dari jebakan remakes Disney yang sering terjadi, dan lebih dari itu, film ini dapat memperbaiki masalah besar dari Princess and the Frog.
Memang, The Princess and the Frog adalah tambahan baru yang mengesankan di jajaran film putri Disney karena akhirnya menghadirkan putri kulit hitam sebagai tokoh utama. Ini adalah representasi yang datang terlambat, tapi tetap menjadi momen yang menggembirakan. Sayangnya, banyak yang kecewa karena Tiana lebih banyak muncul sebagai katak di sebagian besar film. Banyak penggemar yang sudah meluapkan frustrasinya soal pilihan ini, dan sekarang, film Tiana ini bisa memberi karakter ini waktu tayang yang cukup untuk tampil sebagai dirinya sendiri.
Di media sosial, banyak komentar yang menyampaikan harapan agar film ini bisa memperbaiki masalah di The Princess and the Frog. Salah satu komentar berbunyi, “Saya harap mereka mengadaptasi film princess and the frog, cuma dengan lebih banyak waktu untuk Tiana sebagai manusia,” sementara komentar lainnya menambahkan, “Tiana dengan lebih banyak waktu sebagai manusia pasti fantastis dan masuk akal.” Ada juga yang menyatakan, “Lebih baik daripada dia jadi katak! Saya excited banget.”
Beberapa komentar juga menunjukkan bahwa keputusan ini mungkin diambil karena reaksi negatif terhadap The Princess and the Frog, di mana salah satu pengguna menulis, “Saya penasaran apakah Disney tidak ingin membuat film di mana Tiana dan Naveen lebih banyak sebagai katak, karena itu menuai kontroversi dan saya rasa sekarang akan lebih kontroversial lagi.” Mungkin kita tidak akan pernah tahu apakah itu memang alasan di baliknya, tapi film Tiana ini bisa jadi penambahan live-action yang sangat dibutuhkan oleh Disney.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau film Tiana ini bisa memperbaiki kekecewaan yang ada di film sebelumnya. Semoga aja studio tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan hanya menonjolkan elemen yang bikin frustrasi. Kita tunggu aja bagaimana hasilnya saat filmnya rilis nanti!




