Minggu ini, berita tentang pemecatan di Xbox membuat banyak penggemar game gelisah, terutama untuk Zenimax Online Studios (ZOS), pengembang *The Elder Scrolls Online*. ZOS sepertinya jadi sasaran empuk bagi Microsoft, dan banyak yang merasa ini tidak adil, mengingat mereka baru mulai bangkit setelah beberapa tahun yang sulit.
Kalau bicara tentang Zenimax, perjalanan mereka dalam beberapa tahun terakhir memang bikin prihatin. Setelah Microsoft memecat ribuan karyawan pada bulan Juli 2025, termasuk orang-orang di ZOS, proyek besar mereka yang dinamakan *Project Blackbird* juga dibatalkan. Proyek yang sudah hampir lima tahun dalam pengembangan ini sangat diantisipasi, dan bisa jadi menjadi penyegaran bagi pasar MMO yang sudah cukup lesu. Namun, semuanya hancur dalam sekejap.
Meskipun banyak yang menyayangkan keputusan ini, Zenimax berhasil bertahan. Dalam sebuah wawancara, produser eksekutif mereka, Susan Kath, menyatakan bahwa tim tetap bersemangat dan bertekad untuk terus maju. Game director, Nick Giacomini, juga menambahkan bahwa mereka merasa seolah-olah mendapatkan napas kedua dan berkomitmen untuk membuat game ini lebih baik untuk para pemain. Namun, tidak bisa dipungkiri, setelah pemecatan besar-besaran, kualitas pasti akan mengalami dampak.
Hanya dalam waktu kurang dari enam bulan setelah komitmen baru mereka terhadap model musim dan perbaikan kualitas hidup, Zenimax sekali lagi harus berhadapan dengan kenyataan pahit. Dalam laporan terbaru, sekitar 60% dari staf mereka dipecat, dengan 213 di antaranya terjadi pekan lalu. Ini berarti hilangnya kontribusi dari 275 orang dalam waktu satu setengah tahun, yang tentu akan berdampak pada kualitas permainan.
Saya bisa membayangkan betapa frustasinya bagi para pegawai yang terpaksa melihat tim mereka yang sudah bertahun-tahun bekerja bersama harus terpisah. Andrew Young, seorang mantan karyawan, bahkan menyebutkan bahwa “sekarang tidak ada yang tersisa.” Ironisnya, pemecatan ini terjadi pada saat peluncuran musim pertama yang sudah ditunggu-tunggu. Dua hari sebelum peluncuran, Microsoft memutuskan untuk memangkas tim. Sangat disayangkan.
Yang bikin heran, meskipun *The Elder Scrolls Online* telah menghasilkan lebih dari $2 miliar sepanjang sejarahnya, dengan $166 juta per tahun, Microsoft sepertinya tetap ngotot untuk memotong biaya. Penggemar pun meluapkan kekecewaan mereka di media sosial. Banyak yang berpendapat bahwa perubahan yang baru-baru ini diterapkan sudah mulai membuahkan hasil, dan para penggemar merasa kembali bersemangat. Namun, dengan pemecatan besar-besaran ini, masa depan game yang legendaris ini jadi dipertanyakan.
Pada dasarnya, Zenimax sudah berjuang cukup keras untuk bangkit dari luka lama, dan tampaknya mereka sedang menuju arah yang benar. Tapi dengan keputusan seperti ini, harapan untuk melihat *Elder Scrolls Online* berkembang lagi seakan terancam. Ini adalah pengingat pahit tentang bagaimana industri bisa brutal, meskipun game yang mereka kembangkan sangat dicintai banyak orang.
Reaksi AWverse
Ini bener-bener mengguncang! Kayaknya bakal seru banget kalau Zenimax bisa bangkit kembali meskipun dihadapkan dengan tantangan seberat ini. Semoga aja studio ini tetap bisa menemukan cara untuk menjaga semangat tim dan kualitas game, biar kita tetap bisa menikmati petualangan di dunia Tamriel. Harapan masih ada, tapi semua ini tergantung pada langkah mereka selanjutnya.




