Grup pengembang Bungie lagi mengalami masa sulit, tapi ada harapan lewat proyek seperti Marathon setelah penutupan Destiny 2. Bagi sebagian pemain, berita tentang akhir layanan Destiny 2 mengejutkan, namun ada juga yang sudah memperkirakan kejadian ini. Situasi Bungie kini semakin dilematis, terutama buat Marathon, tergantung juga dari dampak yang dihadapi staf yang berhubungan dengan kedua game ini.
Pembaruan Musim 2 untuk Marathon memberikan secercah harapan bagi para pemain, dengan beberapa catatan patch yang menangani keluhan utama gamer tentang game shooter ekstraksi ini. Meski begitu, berita penutupan Destiny 2 pada 9 Juni 2026 membuat banyak penggemar protes. Terlebih lagi, PlayStation mengumumkan kerugian besar yang terkait dengan Bungie, akibat performa Destiny 2 dan Marathon yang tidak memuaskan pasca peluncuran awal dan berbagai pembaruan.
Keberadaan Developer Destiny 2 & Marathon Terancam Setelah PHK Besar-Besaran di Bungie
Per 25 Juni 2026, Bungie melihat hampir setengah dari total stunya di-PHK, dengan jumlah yang dilaporkan mencapai sekitar 400 orang. Angka ini bikin merinding, mengingat sejumlah developer berbakat, direktur, programmer, hingga artis kehilangan pekerjaan dalam kondisi yang lagi bikin cemas di industri game. Meskipun kasus PHK bukan hal yang baru di studio besar, situasi di Bungie terasa lebih menyakitkan bagi banyak penggemar.
PHK ini terjadi tak lama setelah pengumuman penutupan Destiny 2. PlayStation mencatat bahwa “reduksi tenaga kerja diperlukan untuk menyesuaikan sumber daya studio dengan prioritas dan tujuan jangka panjang yang ada.” Sony mengklaim bekerja sama dengan pimpinan Bungie untuk menyesuaikan kebutuhan sumber daya. Namun, para pemain sudah bisa melihat kelompok dalam studio mana yang paling terdampak. Terutama tim yang berhubungan dengan Destiny 2 dan Marathon, yang menjadi target utama PHK ini, bahkan ada yang menyebutkan bahwa sebagian besar tim tersebut telah dipotong total.
Walaupun sulit untuk mengetahui apakah ada yang di-PHK akan kembali ke Bungie di posisi lain, postingan di media sosial mengindikasikan banyak yang telah pergi untuk selamanya. Keluhan terhadap Bungie mengenai Destiny 2 sudah ada sejak lama, tapi tanggapan Sony kali ini jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Dengan kehilangan setengah staf, apa pun yang keluar dari studio ke depan pasti akan berubah drastis.
Rencana Sony untuk Menyelaraskan Tujuan Studio Bisa Hambat Dukungan untuk Game Bungie
Status rencana Sony terhadap Bungie jadi misteri setelah PHK besar-besaran ini, bikin banyak orang khawatir tentang masa depan Marathon yang tersisa. Keputusan Bungie untuk menutup Destiny 2 meskipun ada suara protes pemain bikin posisi Marathon semakin rawan. Jika ada satu atau dua anggota kunci tim pengembangan yang terpengaruh, bisa berdampak besar pada dukungan dan pelayanan game ini. Apalagi dengan pengurangan staf yang terjadi baru-baru ini, ini bisa berarti konsekuensi yang lebih parah.
Walau Marathon Musim 2 tampil baik, ekspektasi Sony agar peluncurannya sebesar Destiny atau Destiny 2 mungkin bikin dukungan terhadap game ini terhambat di masa depan. PHK ini menunjukkan Bungie sedang mengalami restrukturisasi besar-besaran, yang berarti setiap proyek mereka mungkin akan ditinjau lebih ketat. Dengan Marathon jadi satu-satunya game yang masih berjalan setelah Destiny 2, mungkin ada pembicaraan antara PlayStation, Sony, dan pimpinan Bungie tentang kelanjutan layanan game ini ke depannya.
Seandainya satu-satunya kabar buruk Bungie adalah penutupan Destiny 2, Marathon memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, mengingat itu adalah fokus utama studio saat itu. Namun, PHK ini bikin semakin rumit, karena tim dari berbagai proyek mungkin kekurangan orang untuk membuat konten baru bagi musim ketiga, keempat, atau kelima Marathon jika beruntung. Pembaruan game ini juga kemungkinan jadi jauh lebih lambat, yang bikin frustrasi para pemain, hingga ada yang merelakan permainan ini tanpa konten baru.
Penurunan cepat dalam sumber daya dan tenaga kerja Bungie menciptakan bencana yang bakal sulit dihindari, ada kemungkinan game yang belum diumumkan juga terancam batal. Penutupan Destiny 2 mungkin baru permulaan dari penutupan lain yang dihadapi Bungie, terutama saat keberhasilan layanan langsung makin menurun di seluruh industri. Bagi para penggemar Marathon, PHK ini harus jadi sinyal paling mengkhawatirkan, karena bisa menyebabkan penurunan dukungan lebih cepat dari yang bisa dibayangkan.
Reaksi AWverse
Kayaknya bakal seru banget kalau Bungie bisa bangkit dan memperbaiki keadaan ini. Satu-satunya harapan ada di lengan Marathon, tapi setelah PHK besar-besaran ini, jangan-jangan kita harus menunggu lebih lama untuk konten yang diharapkan. Semoga aja studio ini nggak ngulangin kesalahan yang sama, kita semua penasaran untuk melihat bagaimana nasib Marathon ke depan!





