Home Game Mengapa Klasik Kultus Nintendo Ini dari 30+ Tahun Lalu Masih Layak untuk Diulang Kembali?
Game

Mengapa Klasik Kultus Nintendo Ini dari 30+ Tahun Lalu Masih Layak untuk Diulang Kembali?

Share
Mengapa Klasik Kultus Nintendo Ini dari 30+ Tahun Lalu Masih Layak untuk Diulang Kembali?
Share

Perpustakaan game Nintendo penuh dengan judul-judul ikonik, salah satunya adalah seri Mother. Dari awal yang sederhana, seri ini berubah menjadi salah satu RPG yang paling diapresiasi. Earthbound adalah judul yang dikenal di Amerika untuk seri Mother, yang menyajikan pengalaman RPG unik di saat banyak game lain sedang berkutat dengan petualangan fantastis. Game pertama dari seri ini, yang dirilis di Jepang pada tahun 1989, bercerita tentang seorang bocah yang menyelidiki kejadian paranormal di negara asalnya.

Berbeda dengan RPG lainnya yang seringkali menawarkan petualangan epik, Mother dan Earthbound mengusung latar modern dan humor yang konyol, menjadikan mereka berbeda dari game lain. Kesuksesan game pertama di Jepang mendorong dilakukannya sekuel, yang bahkan dirilis di Amerika dengan harapan menjadi hit global. Earthbound yang dirilis pada 5 Juni 1995 di Amerika mungkin terasa asing bagi banyak pemain saat itu, tetapi kini dianggap sebagai salah satu cult classic terpopuler dari Nintendo. Dengan perubahan lanskap gaming saat ini, sepertinya ini adalah waktu yang tepat bagi Ness dan teman-temannya untuk mendapatkan reboot.

Earthbound Belum Mendapat Perhatian yang Layak Saat Diluncurkan

Earthbound merambah ke pasar Amerika sebagai penawaran aneh dari Nintendo. Game ini, yang dikenal sebagai Mother 2 di Jepang, berfokus pada Ness dan teman-temannya yang berusaha menemukan delapan melodi yang dapat mengalahkan makhluk jahat bernama Giygas. Meskipun mekanika menjelajahi dunia yang luas dan dungeon yang berbahaya sudah akrab bagi pemain, transisi antar setting terasa mulus berkat peningkatan teknis tanpa kehilangan pesona visual yang cerah.

Inline – AWS Open Trip

Humor yang diusung pun semakin menjauhkan game ini dari game-game sejenis. Di bawah arahan sutradara Shigesato Itoi, tim Earthbound berani bereksperimen dalam desain dan presentasi game. Musuh di game ini termasuk tumpukan muntahan, dan uang datang dari sang ayah yang menyetorkan uang ke rekening Ness setelah pertempuran berakhir. Bahkan teknologi anti-pembajakan yang menghapus save file pada versi bajakan saat mencapai bos terakhir terasa sangat relevan dengan humor yang cerdas.

Baca juga  Bos Xbox Baru Dilaporkan Sedang Menilai Berbagai Pilihan Game Eksklusif yang Membuat Penasaran!

Meskipun Earthbound sukses di Jepang, kampanye humoris yang dilaksanakan dan kurangnya ketertarikan di genre RPG saat itu menjadikan game ini kurang diminati di Amerika. Setelah diluncurkan, game ini memang tidak mendapat sambutan hangat, namun dengan cepat menjadi cult classic di kalangan pemain. Kehadiran Ness di Super Smash Bros. membuat jejak budaya game ini semakin besar, dan pengakuan kritis semakin menegaskan kekuatan desain serta pengembangan dunianya, seringkali menempati urutan teratas dalam daftar RPG terbaik.

Sudah Waktunya Untuk Kebangkitan Earthbound

Dalam banyak hal, Earthbound terasa seperti game yang datang sebelum waktunya. Perpaduan antara RPG bergiliran yang ketat dan cerita konyol menjadi sinergi yang dibutuhkan genre ini. Nintendo tampaknya sudah menemukan formula ini, apalagi dengan judul seperti Paper Mario. Game-game seperti Undertale menunjukkan bagaimana pendekatan unik ini sangat mungkin menarik bagi pemain masa kini.

Inline – AWV Youtube

Agak mengejutkan bahwa Earthbound belum mendapatkan kebangkitan modern, mengingat pasar gaming yang sekarang lebih menerima inovasi yang diusung game ini di era SNES. Meskipun Mother 3 dirilis di Jepang pada 2005 untuk GBA, pengambilan modern dari seri ini bisa menjadi hit di kalangan audiens global. Game-game seperti Baldur’s Gate 3 dan Clair Obscura membuktikan bahwa RPG bergiliran kembali populer, sementara banyaknya game komedi aneh yang sukses menunjukkan bahwa basis pemain lebih siap untuk menerima humor khas franchise ini.

Kehadiran Ness dan Lucas di Super Smash Bros. bisa jadi membantu menarik perhatian pada entri baru, terutama untuk pemain yang ingin melihat karakter ini dalam gaya yang lebih modern dan bukan hanya sprite 2D. Semakin terbukanya Nintendo terhadap game dunia terbuka, seperti yang terlihat pada Pokémon dan Legend of Zelda, juga menunjukkan bagaimana mudahnya memperbarui game ini untuk sensibilitas masa kini. Entah bagaimana, kita sudah lebih dari dua dekade sejak seri ini debut di Barat, dan Earthbound layak mendapatkan kesempatan untuk bersinar kembali.

Baca juga  Lucas Pope, Kreator Papers, Please, Kini Enggan Bicara soal Game yang Masih Dikembangkan: 'Situasinya Sekarang Berbeda'

Reaksi AWverse

Kayaknya bakal seru banget kalau Earthbound akhirnya dapat kebangkitan modern! Dengan semua inovasi yang ada sekarang, kita lebih siap untuk melihat kembali dunia yang unik dan humoris ini. Semoga aja Nintendo mendengar desakan para penggemar dan memberikan sapuan baru yang masih tetap setia pada jiwa orisinalnya!

Inline – HLD One Day Trip
Inline – HLD Private Trip
Share