Home Series 5 Kematian Paling Tragis di Outlander yang Bikin Hati Renggang
Series

5 Kematian Paling Tragis di Outlander yang Bikin Hati Renggang

Share
5 Kematian Paling Tragis di Outlander yang Bikin Hati Renggang
Share

“Outlander” mungkin sudah mengucapkan “Tulach ard!” yang terakhir, tapi itu tidak berarti kita berhenti mengagumi segala sesuatu yang berkaitan dengan drama perjalanan waktu dari Starz ini. Penutupan serial ini membuat kita merenungkan bagaimana berbagai karakter meninggalkan cerita ini selamanya, mulai dari yang disayangkan (maaf, Bu Bug!) hingga yang benar-benar menyedihkan (Ian Tua, kami masih belum bisa move on).

Kali ini, kami menelusuri kembali delapan musim yang penuh emosi dan memilih lima kematian yang paling tragis. Sebelum lanjut, diingatkan ya: jika kamu belum menonton sampai akhir Musim 8, ini adalah Peringatan Spoiler!. Mungkin lebih baik kembali setelah menontonnya? Kami memilih momen yang paling berkesan bagi kami; rasanya mungkin berbeda untuk kamu. Dan yang paling penting, ada dua karakter yang *kuat* dalam daftar kami, yang sebelumnya sudah mati, tapi kemudian kembali. Kami anggap ini tetap relevan karena rasa kehilangan yang kami alami saat itu.

Scroll ke bawah untuk lihat kematian mana yang paling menyentuh, dan jangan lupa catat pilihanmu!

Inline – HLD One Day Trip

5. Rollo

Kombinasi setengah serigala, setengah anjing, sepenuh hati: Selama bertahun-tahun, Rollo — binatang yang dimenangkan Young Ian lewat judi di Musim 4 — adalah teman setia dan sahabat terbaiknya. Ia selalu melindungi pemiliknya dari berbagai ancaman, baik manusia maupun hewan, menjadi pendamping yang setia dan selimut darurat saat harus tidur di luar. Rollo yang tampak garang menyimpan sifat lembut, dan energinya seolah tak akan pernah habis. Itulah sebabnya saat Rollo meninggal dalam tidurnya di finale Musim 7, sangat sulit bagi Ian (dan kita!) untuk mempercayainya. “Dia menunggu, saya rasa, sampai dia tahu kamu ada di sini untukku,” kata Ian sambil menangis kepada istrinya yang baru, Rachel. Betapa sedihnya perpisahan ini! Anjing yang baik!

Baca juga  Kapan Tayangnya Musim 2 Monarch? Simak Gimana Serial Baru Monsterverse Ini Terhubung dengan Timeline Godzilla & Kong!

4. Fergus

Berlawanan dengan kebanyakan kematian lainnya, kepergian anak angkat Jamie di Musim 8 sungguh mengejutkan bagi para pembaca novel karya Diana Gabaldon. Dalam bukunya, anak Fergus dan Marsali, Henri-Christian, jatuh dari ketinggian saat rumah dan percetakan mereka terbakar. Di adaptasi Starz, Roger berhasil menangkap anak itu, tetapi atap bangunan yang terbakar roboh di bawah kaki Fergus, dan api merenggut hidupnya di saat istrinya, Marsali, melihat dengan ketakutan. Jika kematian Fergus, yang merupakan seorang yatim Prancis yang tumbuh menjadi patriot dalam Perang Revolusi, belum cukup membuatmu terenyuh, ingatlah: Ia satu-satunya anak Jamie yang dibesarkan sejak kecil. Hiks!

3. Jamie

Dan sekarang kita sampai pada kandidat pertama yang *memang* sudah mati dalam cerita, tapi tidak *tetap* demikian. Sepanjang musim terakhir, patriark Fraser, Jamie, dan keluarganya khawatir bahwa ia akan mati dalam Pertempuran Kings Mountain di Perang Revolusi. Meskipun ia dan pasukannya keluar sebagai pemenang, akhirnya peluru dari senjata Redcoat menghantamnya. Claire berlari kepadanya, memohon agar ia tidak meninggalkannya. “Maafkan aku, Sassenach,” bisiknya… dan ia pun pergi. Momen akhir dari seluruh seri tampaknya mempertanyakan kematian Jamie (juga Claire). Tapi sampai momen tersebut, kita semua terpukul berat, kehilangan dua karakter favorit.

Inline – HLD Private Trip

2. Faith

1. Murtagh

Ingat apa yang kami katakan tentang kematian Fergus yang mengejutkan karena belum terjadi di buku? Kematian godfather Jamie di Musim 5 adalah situasi yang berlawanan. Dalam novel ketiga “Outlander”, “Voyager,” Murtagh dibunuh dalam Pertempuran Culloden — tapi di serial Starz, ia mendapatkan lebih banyak waktu. Selalu ada perasaan bahwa karakter yang dicintai ini hidup di waktu yang dipinjam. Begitulah akhir waktunya di Musim 5 saat Pertempuran Alamance. Setelah Murtagh menyelamatkan hidup Jamie, salah satu prajuritnya yang masih hijau mengenali Murtagh sebagai musuh dan menembaknya. “Aku tidak akan pernah mengkhianati ibumu, tidak peduli siapa pun yang meminta,” ucap Murtagh, sementara Jamie, tertegun, menyesal karena tidak bisa menjaga janjinya. Setelah kepergiannya, hati kita hancur saat Jamie berjuang dengan semua fase berduka, menangis di dekat api, mencoba menyembunyikan wajahnya dari para prajurit lainnya.

Baca juga  Akhir Netflix's The Night Agent Dipandang Serupa Dengan The Shield: Penasaran?

Kemarin “Outlander” memberi kita kematian yang mencengangkan. Kenangan mana yang paling sakit untukmu?

Wajib Dinanti Nggak Nih?

Mengingat semua kematian tragis ini, rasa penasaran kita terus membara. Bagaimana cara “Outlander” menghadirkan momen-momen ini dan sekaligus menjaga harapan bagi para penggemar? Semoga saja kita tetap bisa menikmati setiap episode tanpa merasa terbebani oleh kesedihan yang terlalu dalam. Pasti seru banget kalau ada twist di akhir yang bikin kita semua tertegun lagi!

Inline – AWS Open Trip
Inline – AWV Youtube
Share