Infocom memang jadi kenangan manis bagi para penggemar game dengan rangkaian petualangan teks legendanya seperti seri Zork, The Hitch Hiker’s Guide to the Galaxy, A Mind Forever Voyaging, dan banyak lagi. Namun, bila ditelusuri lebih jauh, tampaknya mereka agak bingung dengan kekuatan mereka sendiri. Meskipun sulit untuk menyebut upaya mereka masuk ke bisnis perangkat lunak sebagai penyebab utama kebangkrutan, langkah tersebut jelas menyumbang cukup besar.
Perangkat lunak yang dimaksud adalah Cornerstone, sebuah program basis data yang dirilis pada tahun 1985. Karena petualangan teks Infocom dirancang untuk berjalan di mesin virtual (dikenal dengan Z-machine), proses porting ke sistem lain menjadi lebih mudah. Sayangnya, Cornerstone juga dirancang untuk berjalan di mesin virtualnya sendiri. Hal ini menjadikannya sangat lambat untuk digunakan, dan keuntungan dari portabilitas yang mudah tak berarti banyak saat itu, karena IBM-compatibles sudah menguasai sektor bisnis di tengah persaingan platform.
Walaupun para penggemar setia Infocom berusaha mempertahankan Z-machine agar orang bisa memainkan klasik Infocom di PC modern, tak banyak yang bersedia mengerjakan mesin virtual untuk Cornerstone. Nah, kabar baiknya adalah berkat kerja keras TaradinoC, sekarang ada interpreter bernama Linchpin yang bisa menjalankan perangkat lunak Infocom yang paling kurang dihargai ini. Seperti yang diungkapkan pembuat game Andrew Plotkin dalam blognya, “Ini adalah era baru bagi para penggemar produk database gagal tahun 1985!”
Plotkin juga mengarahkan perhatian pada kisah Cornerstone yang diceritakan dalam Digital Antiquarian, sebuah bacaan yang sangat menarik. Di sana, dibahas bagaimana Infocom kesulitan mencari pendanaan eksternal untuk mengembangkan aplikasi database ini, sehingga dana harus dialihkan dari proyek di divisi game mereka, termasuk percobaan dengan genre yang berbeda, mode multiplayer, dan “sistem grafik lintas platform yang bisa menambah gambar ke dalam game mereka”. Di saat penjualan katalog lama mulai menurun dan perusahaan butuh rilis baru yang mencolok, budget yang mereka butuhkan kurang mencukupi, dan setahun kemudian, mereka terpaksa merger dengan Activision untuk tetap bertahan.
Malangnya, pada tahun 1989, Activision menutup studio Infocom. Namun, semangatnya tetap hidup dalam proyek-proyek seperti yang dilakukan TaradinoC dan juga berkat Zork yang menjadi open-source tahun lalu.



