Edisi extended dari The Lord of the Rings adalah cara favorit banyak penggemar untuk menikmati trilogi karya Peter Jackson. Dan sepertinya, banyak alasan di balik itu. Meskipun durasinya lebih panjang, sebagian besar adegan tambahan justru memberikan pengalaman menonton yang lebih memuaskan. Entah itu memperdalam karakter-karakter atau menyelesaikan cerita-cerita yang menggantung, semua adegan itu diciptakan dengan baik dan memikat. Beberapa bahkan bikin penonton bertanya-tanya kenapa adegan-adegan itu tidak ada dalam versi originalnya.
Adegan seperti nyanyian “The Song of the Entwives” oleh Treebeard atau pertemuan Aragorn dengan Mulut Sauron jadi momen menarik bagi penggemar berat Tolkien, tapi bisa dibilang mereka bisa dihilangkan tanpa mengurangi esensi film. Namun, ada beberapa momen dari edisi extended yang seharusnya ada di potongan asli karena mereka memberikan konteks penting untuk keseluruhan cerita.
5) Frodo dan Sam Melihat Elf Menuju Grey Havens (The Fellowship of the Ring)
Frodo dan Sam memulai perjalanan mereka di The Fellowship of the Ring sendirian, dan dalam edisi extended, mereka bertemu sekelompok Elf yang sedang menuju Grey Havens. Melihat sekilas, adegan ini mungkin terlihat kurang penting, itulah kenapa mungkin dimasukkan ke versi extended. Namun, adegan ini justru menetapkan dasar untuk nasib Frodo di The Return of the King, dan seharusnya ada di potongan asli. Ini lebih dari sekadar nod kepada lore Tolkien; ada foreshadowing yang mengatur konflik Arwen sepanjang trilogi serta perjalanan akhir Frodo. Bagi penonton yang kurang familiar dengan Tolkien, adegan ini juga bisa memberikan konteks tambahan untuk alur cerita tersebut.
4) Kenangan Faramir tentang Boromir (The Two Towers)

Boromir punya peran penting di The Fellowship of the Ring, tapi kematiannya bikin penonton tidak bisa mengenalnya seutuhnya seperti karakter lain. Bukan hanya itu, perjuangannya melawan Cincin Satu membuatnya terkesan buruk. Film sudah menunjukkan bahwa dia sebenarnya pria baik, tetapi kenangan Faramir di edisi extended The Two Towers menjelaskan lebih banyak tentang Boromir sebelum dia tiba di Dewan Elrond dan bergabung dengan pencarian Frodo. Melihat sisi bahagianya bikin kematiannya terasa lebih menyedihkan. Ini juga menarik untuk memahami dinamika Faramir dan Denethor yang rumit. Semua ini menambah kedalaman karakter dan bikin adegan ini seharusnya sudah ada dari awal.
3) Kematian Saruman (The Return of the King)

Adegan paling membingungkan yang hanya ada di edisi extended adalah kematian Saruman. Meskipun Sauron adalah antagonis utama, Saruman juga jadi ancaman besar sepanjang film. Melewatkan nasibnya tentu tidak masuk akal, apalagi ada adegan di mana dia dibunuh oleh Gríma Wormtongue. Ditempatkan lebih awal dan dengan cara berbeda dari sumber material, tanpa mengurangi pentingnya. Untungnya, penonton bisa melihat momen ini di versi lebih panjang The Return of the King, tapi akan selalu sulit memahami keputusan untuk tidak memasukkannya ke potongan asli.
2) Gandalf melawan Witch King (The Return of the King)

Dari semua adegan di edisi extended ini, pertempuran Gandalf melawan Witch King mungkin paling masuk akal untuk dipotong. Meskipun ini adalah pertarungan yang intens, tidak banyak menambah nilai pada cerita. Namun, jika potongan teater bisa menyertakan adegan-adegan aksi ini, yang satu ini seharusnya jadi pilihan. Siapa yang tidak mau melihat lebih banyak aksi dari Gandalf atau Witch King? Dan ini menunjukkan bahwa Gandalf pun tidak kebal, meningkatkan ketegangan di pertempuran akhir The Return of the King.
1) Aragorn Menghadapi Sauron Dengan Palantír (The Return of the King)

Walaupun Frodo membawa ancaman sebenarnya untuk Sauron, sang villain justru takut pada Aragorn—sebuah fakta yang logis mengingat silsilahnya. Namun, ketegangan ini lebih ditekankan dalam versi extended film, di mana Gandalf secara jelas mengatakan kepada Aragorn bahwa Sauron takut padanya. Ketika kelompok memutuskan untuk menarik perhatian Sauron di The Return of the King, edisi extended menunjukkan Aragorn menggoda Sauron melalui Palantír. Momen ini sangat mendebarkan dan menegaskan alasan mengapa Aragorn layak menjadi raja, serta menjelaskan mengapa Sauron mengabaikan apa yang dilakukan Frodo dan Sam. Ini lagi-lagi menambah kedalaman pada karakter dan pilihan yang diambil, sehingga seharusnya ada di potongan teater.




